Badal Awan (Foto:Nyong)
Makassar, Pedomanku,id:
Tiga kelompok jemaah haji yang tergabung dalam Keluarga Besar Ibadah Haji Umrah (KBIHU) Sulawesi Selatan tahun 2026, menyetor Rp562.500.000,- Dana Amil Mahram, atau DAM ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.
Ketiga kelompok KBIHU itu yakni, Wata Rahmat Kabupaten Bone sebanyak 62 jemaah, Al-Raudhah Hajj 121 jemaah, dan Darunnadwah 42 jamaah. Setiap jemaah Rp2,5 juta, dengan jumlah keseluruhan mencapai 225 jemaah.
Kepala Bagian (Kabag) III Bidang Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kota Makassar, Badal Awan di ruang kerjanya, Selasa siang ini mengaku, setoran dana DAM lebih setengah miliar rupiah itu menjadi contoh nyata, bagaimana kekuatan kolektif dapat menyatukan tujuan spiritual dan sosial.
Penyetoran DAM secara langsung ke BAZNAS Makassar, merupakan “jembatan kepercayaan” antara dua institusi. Satu mengelola dana haji yang bersifat personal, lainnya mengelola dana kemanusiaan.
Badal Awan menilai, penyetoran dana DAM ke lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini Makassar itu sebagai pengingat, bila haji adalah perjalanan menapaki jejak para nabi, maka DAM yang disalurkan melalui BAZNAS adalah langkah menapaki jejak kepedulian sesama.
“Tentunya penyerahan DAM ke BAZNAS Makassar oleh jemaah haji melalui KBIHU sebagai simbolis yang mengukir babak baru dalam tradisi pemberian DAM. Sebab selama ini DAM haji telah menjadi bagian integral dalam menyiapkan jamaah untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.
Menurutnya, uang yang terkumpul bukan hanya menutupi biaya perjalanan, melainkan juga menampung harapan, doa, dan rasa tanggung jawab sosial. Yakni untuk membeli hewan kurban, yang sejak lama dilaksanakan di Arab Saudi. Padahal, para jemaah kepingin memastikan, hewan kurban dapat dinikmati kepada saudara‑saudara sesama muslim di tanah air sendiri.
Menyinggung mengapa jemaah haji melalui KBIHU menyerahkan DAM ke BAZNAS Makassar, Badal mengakui, BAZNAS adalah lembaga profesional dan amanah dan dipercaya dapat menyalurkan daging hewan kuran dengan tepat sasaran. Sebab, pada dasarnya seluruh dana yang disalurkan memiliki satu tujuan—menebarkan kebajikan.
Seperti diketahui, Selasa 28 April 2026 lalu, BAZNAS Kota Makassar, bersama Forum Komunikasi KBIHU Sulawesi Selatan, membuat langkah inovatif. Yakni, bekerja bersama dalam urusan memuliakan ibadah haji, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui distribusi daging hewan DAM.
Kerjasama kedua lembaga ini melalui Momerendum of Understading (MoU) yang di tandatangani masing masing Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong, dan Ketua FK-KBIHU Sulawesi Selatan, Drs.H.Guntur Mas’ud,MM. MoU di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Selasa, 28 April 2026 itu disaksikan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS, Ahmad Taslim dan Ketua KBIHU Wiratama Kodam Hasanuddin, Kol.Purn.TNI.H.Muhajir,S.Sos.
Seperti tertera dalam pasal 1, FK-KBIHU Sulsel memfasilitasi jemaah haji, agar pelaksanaan DAM haji dapat dilakukan secara syar’i, akuntabel, profesional, dan memberikan manfaat sosial bagi fakir miskin melalui perantara BAZNAS Kota Makassar.
Pasal 2 menyebutkan, penyerahan dana pembayaran DAM dari jamaah melalui FK-KBIHU Sulsel kepada BAZNAS Makassar. Sementara proses pengadaan dan penyembelihan juga dilakukan BAZNAS Makassar.
Para pihak juga sepakat bahwa, besaran biaya Dam sebesar Rp2,5 juta perjamaah, dan untuk satu sapi sebanyak 7 orang. Biaya tersebut sudah termasuk pengadaan sapi, operasional penyembelihan, biaya pengulitan dan pencincangan daging, hingga biaya pendistribusian kepada kaum dhuafa. Nilai Spesifikasi bobot sapi minimal 80 kg.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.HM.Ashar Tamanggong usai penekenan MoU mengakui, kerja sama yang dilakukannya dengan FK-KBIHU Sulawesi Selatan, bukan semata urusan administratif, melainkan sebuah ikhtiar untuk memuliakan ibadah haji, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui distribusi daging hewan DAM yang lebih berdampak.
“Langkah yang kami lakukan bersama FK-KBIHU ini, merupakan prototipe model pengelolaan dana keagamaan yang profesional. Di tengah tantangan zaman, sinergi antara lembaga amil zakat dengan kelompok bimbingan ibadah memberikan rasa nyaman bagi jemaah. Jemaah kini tidak perlu khawatir mengenai tata kelola Dam mereka, karena semuanya telah tersistematisasi dengan rapi dan lebih baik,” tuturnya ketika itu.
Pernyataan senada dikemukakan Ketua FK-KBIHU Sulawesi Selatan, Drs.H.Guntur Mas’ud,MM. Ia menambahkan, kerjasama dengan BAZNAS Makassar ini merupakan langkah awal yang baik. Besar harapan, kiranya pemerintah Indonesia dan seluruh kaum muslimin, utamanya yang melaksanakan ibadah haji memanfaatkan daging daging Dam kepada kaum dhuafa di daerah asal jemaah sendiri.
Drs.H. Guntur Mas’ud, MM pernah mengatakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar tepat sasaran. Sebab, jelasnya, selama ini pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)