Jakarta, Pedomanku,id:
Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung program strategis nasional. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Rektor UIM, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, bersama jajaran pimpinan universitas ke Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta, guna menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin antara UIM dan ATR/BPN.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan UIM yang terdiri atas Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Dr. Suradi, dan Dr. Mahmud Suyuti diterima langsung oleh Menteri ATR/BPN, H. Nusron Wahid, Selasa, 9 Juni hari ini. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan fokus pembahasan implementasi program kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang melibatkan mahasiswa UIM dalam mendukung program percepatan sertifikasi tanah wakaf, khususnya aset wakaf masjid dan pondok pesantren di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Program ini diharapkan menjadi bentuk kolaborasi konkret antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam membantu percepatan legalitas aset-aset keagamaan yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala administrasi. Melalui keterlibatan mahasiswa, proses pendataan, pendampingan administrasi, serta sosialisasi kepada pengelola wakaf dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Rektor UIM, Prof. Muammar Bakry, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui KKN Tematik, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung percepatan sertifikasi tanah wakaf masjid dan pesantren yang memiliki nilai penting bagi umat dan pembangunan daerah,” ujar Prof. Muammar Bakry.
Menurutnya, keberadaan tanah wakaf yang memiliki kepastian hukum akan memberikan perlindungan terhadap aset-aset keagamaan sekaligus mencegah potensi sengketa di masa mendatang. Oleh karena itu, UIM siap mendukung program ATR/BPN melalui pelibatan mahasiswa, dosen pendamping, serta jejaring yang dimiliki universitas di berbagai daerah.
Sementara itu, Menteri ATR/BPN H. Nusron Wahid menyambut baik komitmen UIM dalam mendukung program percepatan sertifikasi tanah wakaf. Keterlibatan perguruan tinggi dinilai dapat memperluas jangkauan program sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya legalitas aset wakaf.
Melalui tindak lanjut kerja sama ini, UIM dan ATR/BPN berharap dapat membangun model kolaborasi yang efektif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat sertifikasi tanah wakaf di Sulawesi Selatan. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola aset wakaf yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan demi kemaslahatan umat.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Universitas Islam Makassar Al-Gazali untuk terus menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa melalui kemitraan strategis dengan berbagai kementerian dan lembaga negara, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dan pemberdayaan masyarakat. (sudi)