Makassar, Pedomanku.id;
Unjuk rasa anarkis adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja atau terang-terangan oleh seseorang atau sekelompok orang yang bertentangan dengan norma hukum yang mengakibatkan kekacauan, membahayakan keamanan umum, mengancam keselamatan barang dan/atau jiwa, kerusakan fasilitas umum, atau hak milik orang lain. Di Makassar misalnya.
Saat demontrasi anarkis yang dilakukan di DPRD Makassar yang mengakibatkan terbakarnya gedung wakil rakyat tersebut, serta korban jiwa meninggal membuat warga kota ini kesal.
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq meminta masyarakat Bugis Makassar agar tidak terpancing. Pasalnya, kedua suku besar di Sulawesi Selatan ini memiliki budaya saling menghargai dan menyanyangi.
Diharapkan prinsip itu terus dipegang, tidak terprovokasi dengan hal yang bisa merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.
“Kami imbau masyarakat tenang, kita dikenal saling menghargai saling menyayangi, jangan ada tindakan anarkis, jangan terprovokasi,” ujarnya.
Anwar Faruq mengaku saat kejadian, dirinya juga ada di Gedung DPRD Makassar. Dia menghadiri Rapat Paripurna Jawaban Wali Kota Tentang APBD Perubahan 2025. Ia duduk di kursi depan sejajar dengan Wali Kota Makassar Munagri Arifuddin, Aliyah Mustika Ilham dan pimpinan DPRD lainnya.
Rapat Paripurna ini dipimpin Wakil Ketua I Andi Suharmika. Ketua DPRD Makassar Supratman tak ada di lokasi kejadian. “Ketua DPRD Makassar saat itu lagi perjalanan,” ujarnya, seraya mengaku dirinya sendiri kaget dengan insiden ini, beruntung bisa mengevakuasi diri.
Api menyala sekitar pukul 20.00 Wita. Ini sekitar 3 jam setelah massa memblokade jalan akses di sejumlah ruas jalan kota. Pukul 01.21 Wita, seribuan warga ikut menyaksikan api merubuhkan fasad dan ubun-ubun dua gedung. Aparat dan armada pemadam kebakaran juga tak kuasa meredam api kemarahan ratusan kelompok massa. (ozan)