OPINI

Industri Musik di Makassar: Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan)_ Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Ekoteologi Islam: Dari Kesalehan Ritual Menuju Kesalehan Ekologis

Zaenuddin Endy Wakil Ketua Lakpesdam NU Sulawesi Selatan Kita selama ini sering mengukur kesalehan seseorang melalui seberapa rajin ia beribadah, seberapa tekun ia menjalankan ritual keagamaan, seberapa sering ia membaca Al-Qur’an, dan seberapa kuat ia menjaga hubungan dengan Allah Swt. Semua itu tentu merupakan bagian penting dari keberagamaan. Namun, ada satu pertanyaan mendasar yang perlu […]

Menulis sebagai Cara Merawat Ingatan

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, Penggiat Sekolah Ramah Anak, Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) “Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia,” tulis Malala Yousafzai, aktivis pendidikan yang juga dikenal sebagai penulis. Gadis kelahiran 12 Juli 1997 itu, berasal dari Swat Valley—tempat Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) melarang anak-anak perempuan keluar rumah dan bersekolah. Pada […]

Pesantren sebagai Ruang Reproduksi Peradaban Aswaja

Zaenuddin Endy Ketua DPP IKAPM Al-junaidiyah Bone Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan yang bertugas mentransmisikan pengetahuan keislaman dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Lebih dari itu, pesantren merupakan ruang reproduksi peradaban yang memungkinkan nilai, tradisi, pemikiran, dan praktik keberagamaan terus hidup, berkembang, serta menemukan relevansinya dalam perubahan zaman. Dalam konteks Islam Nusantara, pesantren memiliki posisi […]

Kepemimpinan NU: Dari Legitimasi Formal Menuju Kepercayaan Moral

Zaenuddin Endy Komunitas Pecinta Indonesia, Ulama, dan NUsantara (KOPINU) Ada perbedaan mendasar antara pemimpin yang sah secara organisatoris dan pemimpin yang dipercaya secara moral. Yang pertama memperoleh kewenangan melalui mekanisme formal, sedangkan yang kedua membangun penerimaan melalui integritas, keteladanan, dan konsistensi dalam menjalankan amanah. Keduanya idealnya menyatu dalam diri seorang pemimpin. Namun, ketika legitimasi formal […]

Aku Bercita-cita Jadi Polwan Supaya Mama dan Ayahku Bangga

Oleh: Maria Agenesia Arica Nggara (11 Tahun, Kelas 6B, Murid SD Inpres Tello Baru 2, Makassar) Pengorbanan mamaku begitu panjang. Dia begitu susah melahirkanku. Taruhannya, antara hidup atau mati. Karena melahirkan itu butuh effort untuk mengedan. Supaya bayi keluar. Mamaku pernah berada di posisi itu, saat melahirkanku. Mamaku pernah cerita, katanya, pas dia melahirkanku, dia […]

Menulis Puisi sebagai Cara Kreatif Membangun Kesadaran Kritis Anak

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Penggiat Sekolah Ramah Anak) “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidikan hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.” [Ki Hajar Dewantara] Belajar menulis puisi bersama anak-anak itu mengasyikkan. Walau punya tantangan berkaitan dengan perbendaharaan kata yang mereka kuasai. Jadi, bukan semata-mata hanya soal bagaimana mereka merangkai kata dan […]

NU Kuat karena Struktur, Bertahan karena Kepercayaan

Zaenuddin Endy Komunitas Pecinta Indonesia, Ulama, dan Nusantara (KOPINU) Ada satu hal yang kerap luput dari perhatian dalam mengelola organisasi sebesar Nahdlatul Ulama, yakni kekuatan struktur tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan kepercayaan. NU dapat memiliki kepengurusan yang lengkap dari tingkat pusat hingga ranting, jaringan pesantren yang luas, jutaan jamaah, serta tradisi keilmuan yang mengakar […]

Membangun Ekosistem Intelektual NU Abad Kedua

Zaenuddin Endy Wakil Ketua Lakpesdam NU Sulawesi Selatan Nahdlatul Ulama tidak cukup hanya menjadi organisasi keagamaan terbesar yang memiliki jutaan warga, jaringan pesantren yang luas, serta struktur kepengurusan hingga tingkat desa. Memasuki abad kedua, NU harus tumbuh menjadi kekuatan intelektual yang mampu memproduksi pengetahuan, merumuskan jalan keluar atas persoalan masyarakat, dan menawarkan arah bagi masa […]

Santri Tak Bisa Dibeli: Refleksi Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026

Zaenuddin Endy Ketua DPP IKAPM Al-junaidiyah Bone Menyambut Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026, kita tidak cukup hanya merayakan sejarah perjuangan santri melalui upacara, sarung, peci, dan berbagai seremoni. Lebih dari itu, Hari Santri harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali keberanian moral santri dalam menjaga nilai-nilai agama, kehormatan ulama, dan masa depan bangsa. Salah satu […]