160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Kabag Humas DPRD Makassar : Saat api Semakin Besar peserta Paripurna Langsung Mengevakuasi Diri

Makassar, Pedomanku.id:

Mulai 25 Agustus terjadi aksi unjuk rasa terjadi di disertai kerusuhan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yakni berupa tunjangan perumahan.

Selain itu juga didorong oleh adanya kenaikan pajak bumi dan bangunan yang terjadi di beberapa wilayah, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup. Di Makasar salah satunya.

Demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa di depan Kantor DPRD Makassar berbuntut pada pembakaran gedung, Jumat malam 29 Agustus 2025. Para pengunjuk rasa itu melakukan protes atas kenaikan tunjangan anggota DPR dan meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang dilindas kendaraan taktis Brimob.

Kabag Humas dan Protokol DPRD Makassar, Syahril, Sabtu 30 Agustus  mengemukakan, hingga saat ini, baru teridentifikasi ada enam korban akibat pembakaran gedung DPRD Makassar. Empat di antaranya meninggal, yakni anggota Satuan Polisi Pamong Praja Budi dan Kepala Seksi Kesejahteraan Kecamatan Ujung Padang Syaiful Akbar. Keduanya mencoba menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai tiga saat ada api.  “Korban sempat di bawa ke Rumah Sakit Grestelina, tapi tidak tertolong,” ujarnya.

Dua korban lainnya meninggal karena terjebak di dalam ruangan di lantai dua. Mereka adalah staf bagian protokol DPRD Muhammad Akbar Basri dan ajudan anggota DPRD Makassar Syahrina.

“Satu perempuan meninggal karena terbakar. Laki-laki yang meninggal ini karena pergi mencari ajudan DPRD (perempuan).Tapi keduanya terjebak dan meninggal,” ujarnya seraya menambahkan, saat ini, jenazahnya sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara.

Syahril menambahkan, selain empat orang meninggal, ada dua korban terluka yang masih dalam perawatan di RS Grestelina. Mereka adalah petugas kebersihan dan pegawai. Banyaknya orang terjebak dalam insiden kebakaran ini karena saat itu anggota dewan dan Wali Kota Munafri Arifuddin tengah menggelar rapat paripurna pukul 19.00 WITA. Awalnya, orang yang di dalam gedung DPRD Makassar tidak menduga massa akan membakar gedung sehingga tetap melanjutkan aktivitas.

Saat api semakin membesar, semua peserta rapat paripurna pun langsung mengevakuasi diri masing-masing dengan keluar melewati pintu belakang tembus ke kompleks perumahan. Namun, ternyata masaih ada yang terjebak. (ozan)

Facebook Comments Box

Baca Juga