Makassar, Pedomanku.id:
Penurunan stunting adalah upaya pencegahan dan penanganan stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis) melalui berbagai intervensi pemerintah dan masyarakat, mulai dari memastikan asupan gizi ibu hamil dan anak, pemantauan pertumbuhan, hingga perbaikan lingkungan hidup.
Data terakhir menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia turun menjadi 19,8% pada tahun 2024, namun masih perlu upaya lebih keras untuk mencapai target nasional.
Khusus di Kota Makassar, Walikota Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen seluruh jajaran dinas terkait, termasuk Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar mempercepat penurunan angka stunting dan membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.
Demikian, Walikota Munafri Arifuddin di sela sela Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin, 28 Juli 2025.
Pada kegiatan bertemakan “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju” dan dihadiri Menteri BKKBN RI, Dr. H. Wihaji tersebut, Munafri Arifuddin menekankan, jika keluarga sehat dan berkualitas adalah kunci membentuk generasi unggul.
“Pemerintah Kota Makassar telah menyusun program-program strategis, termasuk penguatan edukasi keluarga, intervensi gizi, serta penganggaran yang terarah untuk penanganan stunting. Dan, tentunya, pembangunan keluarga tidak boleh setengah hati. Hanya dengan keluarga sehat dan berkualitas, kita bisa melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Walikota yang mengenyam pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Hasanuddin itu mengakui, peringatan Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum nasional untuk merefleksikan pentingnya keluarga sebagai pondasi bangsa.
Menurutnya, keberhasilan Pemkot Makassar dalam membentuk Kampung Keluarga Berkualitas, program prioritas daerah untuk meningkatkan solidaritas sosial dan kualitas hidup masyarakat. Malah, Kampung Keluarga berkualitas itu selalu bersinergi dengan BKKBN melalui Program Bangga Kencana, melibatkan lintas sektor pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan tokoh masyarakat dalam pembangunan keluarga.
Walikota yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar itu menambahkan, Kota Makassar berhasil meraih juara umum dalam rangkaian lomba Harganas 2025 tingkat nasional. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri BKKBN kepadanya sebagai apresiasi atas inovasi dan komitmen kota dalam pembangunan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, mengemukakan, peringatan Harganas harus berdampak langsung bagi masyarakat dan bukan sekadar seremoni.
H.Wihaji mengaku, ada dua agenda utama BKKBN yang bermula dari keluarga adalah, pengembangan SDM unggul dan pengentasan kemiskinan struktural.
Menurutnya, BKKBN akan terus memperkuat intervensi terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia menegaskan bahwa jika anak sudah mengalami stunting, kemungkinan pemulihan hanya 20%. (adi)