160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


BAZNAS Ucapkan Selamat Hari Jadi Kota Makassar ke-418 Tahun

Makassar, Pedomaku.id:
Ahad, sembilan November hari ini, Kota Makassar merayakan hari jadinya ke 418 tahun. Hari jadi kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini menjadi momen untuk mengenang sejarah, masa lalu, sekaligus menjadi inspirasi masa depan yang lebih baik.
Bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, momentum hari jadi Makassar tahun ini, memiliki resonansi yang jauh lebih dalam dan krusial. Yakni, sebuah refleksi spiritual dan panggilan untuk meningkatkan kesejahteraan yang merata, dan berkeadilan bagi umat di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini.
Di sisi lain, lembaga pemerintah nonstruktural berkantor di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini melihat, hari jadi Makassar tidak sekadar perayaan numerik—sesuatu yang berhubungan dengan angka dan perhitungan matematika semata, melainkan sebuah kesempatan untuk mengukur sejauh mana Makassar sebagai Kota Madani—yaitu kota yang merujuk pada konsep masyarakat beradab, beradab tinggi, dan beradab yang memiliki peradaban yang maju.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, Makassar yang madani bukan hanya tentang gedung mewah, atau jalan tol yang megah, melainkan tentang kualitas hidup spiritual dan sosial setiap individu di dalamnya. Ini berarti berkurangnya angka kemiskinan, terangkatnya martabat mustahik (penerima zakat), terwujudnya kemandirian ekonomi di lapisan masyarakat paling bawah, serta terbangunnya solidaritas sosial yang kokoh.
“Namun, kita semua berharap, di balik kemilau gedung-gedung tinggi dan pesatnya teknologi, BAZNAS sadar bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Tugas kami adalah memastikan tidak ada satu pun warga Makassar yang tertinggal dalam gerbong kemajuan ini,” jelas, Ashar Tamanggong, Sabtu, 8 November kemarin.
Dalam pandangan BAZNAS Makassar, demikian Ashar Tamanggong, hari jadi ke-418 tahun ini adalah saat yang tepat untuk mengukuhkan kembali komitmen bersama – pemerintah, dan masyarakat – untuk memastikan bahwa roda pembangunan tidak meninggalkan mustahik.
“Di usia yang makin matang ini, Makassar terus menunjukkan jati dirinya sebagai kota yang tangguh, adaptif, dan inovatif,” ujarnya.
BAZNAS membayangkan, hari jadi Makassar 2025 sebagai sebuah perayaan yang bukan hanya tentang kembang api dan hiburan, melainkan juga tentang “kembang hati” dan “hiburan jiwa” yang muncul dari aksi-aksi nyata kepedulian.
“Kita harapkan bersama bahwa, di balik kilau kota Makassar ini, setidaknya ada tangan-tangan yang disentuh, senyum-senyum yang merekah dari mereka yang sebelumnya terpinggirkan, dan harapan yang tumbuh dari benih-benih zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang disalurkan kepada mustahik. Zakat untuk Makassar yang Lebih Baik, termasuk peran zakat dalam mengatasi berbagai isu sosial, dari kemiskinan hingga pendidikan,” tuturnya.
ATM—sapaan akrab Ashar Tamanggong, momentum hari jadi Makassar 2025 harus dimaksimalkan untuk mengintensifkan Gerakan Zakat Produktif.
Sebelum menutup pernyataanya, dai kondang yang juga mantan ketua le,mbaga Dakwah NU Kota Makassar ini menyampaikan pesan, harapan, dan komitmen, dari BAZNAS untuk Kota Makassar yang berulang tahun. “Dirgahayu Kota Makassar! Semoga cahaya kebaikan terus menyinari setiap sudut kota ini,” tutup ATM.

Pernyataan senada dikemukakan Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kota Makassar,H.Jurlan Em Saho’as. Jurnalis harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang di masanya itu menambahkan, momen hari jadi Ibukota Sulawesi Selatan kali ini sebagai peluang untuk, setidaknya meningkatkan kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah. Tentunya, melalui berbagai sosialisasi yang relevan dengan tema hari jadi Makassar “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan”.
Melalui tema besar ini, BAZNAS Makassar mengajak lebih banyak muzakki (pemberi zakat) untuk menunaikan kewajiban ZIS mereka.
“Kita akan menunjukkan bagaimana setiap rupiah yang disalurkan melalui BAZNAS adalah investasi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi, khususnya kaum dhuafa di Makassar,” ujar Jurlan Em Saho’as.
Dari Zakat, Infak, dan Sedekah para muzakki, termasuk didalamnya para ASN muslim Pemkot Makassar, maka program-program BAZNAS seperti bantuan pendidikan bagi anak-anak dhuafa, bantuan modal usaha mikro bagi mustahik UMKM, program kesehatan, serta bantuan bahan kebutuhan bahan pokok kaum renta.
Keseluruhan bantuan yang disalurkan BAZNAS Makassar itulah untuk melihat kembali potret-potret senyum para mustahik yang terbantu, anak-anak yatim yang kini bisa bersekolah, para pelaku UMKM yang bangkit dengan modal bergulir, hingga para korban bencana yang mendapatkan uluran tangan.
Dengan demikian, BAZNAS, sebagai salah satu denyut nadi kemanusiaan di Makassar, telah berusaha menopang dan menguatkan fondasi sosial Makassar dari sisi spiritual dan kemandirian ekonomi.
Di bagian lain, penyair Indonesia yang berhasil masuk top 10 juara lomba puisi dan cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan Kumunitas Literasi Kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqtra atas nama Allah ini berjanji, BAZNAS Makassar akan menjadikan hari jadi Makassar 2025 sebagai ajang untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar, UPZ-UPZ baik di masjid dan lembaga lainnya. Kolaborasi yang kuat dan penting untuk menghadirkan ekosistem pembangunan yang terintegrasi, di mana dana ZIS dapat bersinergi dengan program-program pemerintah Kota Makassar. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).

Facebook Comments Box

Baca Juga