160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Camat dan Ketua PKK Ujung Pandang Hadiri HUT Kota Makassar ke-418 Tahun

Makassar, Pedomanku.id:

Kepala Wilayah Kecamatan Ujung Pandang, Andi Husni,S.Stp, M.Si didampini Ketua Tim Peggerak PKK Kecamatan Ujung Padang,menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-418 tahun. Peringatan hari bersejarah itu berlangsung di Tribun Lapangan Karebosi, Ahad, 9 November 2025.

Peringatan yang mengusung tema “ Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan” dipimpin Walikota Makassar Munafri Arifuddin. Hadir pula Wakil Walikota, Aliyah Mustika Ilham, Sekda Kota Makasar, dan pejabat penting di Ibukota Sulawesi Selatan ini.

Seluruh tamu undangan, termasuk Camat Ujung Pandang dan Ketua PKK Ujung Pandang terlihat anggung mengenakan pakain khas dalam balutan pakaian adat Bugis Makassar.  Stelan baju berciri khas Bugis-Makassar dalam balutan rapih, keduanya terlihat begitu sumringah. Mata keduanya menyapu wajah-wajah di keramaian, di antara para tetamu yang mengikuti peringatan yang khidmat. Pakaian khas yang dikenakan juga sekaligus mencerminkan kekayaan budaya dan jati diri Kota Makassar yang penuh warna.

Soal tema “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan,” sebagai penanda akan simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga semangat gotong royong serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal.

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin  dalam sambutannya mengemukakan, Pemerintah Kota Makassar menjadikan momentum Peringatan HUT Kota Makassar ke-418 tahun ini sebagai wujud apresiasi dan kepedulian sosial, dengan menyerahkan sejumlah beasiswa, bantuan pendidikan, hingga penghargaan bagi masyarakat dan pelaku pembangunan kota.

Menurutnya, penyerahan penghargaan dan bantuan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk tidak hanya merayakan usia kota, tetapi juga merayakan prestasi, dedikasi, dan semangat kebersamaan seluruh elemen yang turut membangun Kota Makassar yang lebih baik.

Seperti diketahui, di sela sela peringatan HUT Kota Daeng ini, sesekali melintas, kekayaan tradisi Bugis-Makassar yang memukau, sekaligus merasakan denyut nadi sejarah kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini, sambil memikirkan kenangan bagaimana para raja dan pejuang masa lalu membangun fondasi dengan keberanian dan visi kota ini yang lebih baik ke depannya. (din)

 

Facebook Comments Box

Baca Juga