160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Irwin Ohorella : Capture Makassar tak Sekadar Pameran

Makassar, Pedomanku.id:
‘Capture Makassar’ lebih dari sekadar pameran. Ia adalah jembatan penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan kota berpenduduk lebih 1, 5 juta jiwa ini. Capture Makassar juga mengajarkan tentang keindahan dalam detail sehari-hari, untuk menghargai warisan budaya yang tak ternilai, sekaligus mencintai kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini dengan segenap jiwa.
Bagi warga Makassar, pameran ini membangkitkan rasa bangga; sementara bagi pengunjung dari luar, kegiatan ini selain untuk menjelajahi dan merasakan langsung pesona Kota Anging Mammiri, sekaligus untuk mengenal Makassar lebih mendalam.
Tribun Lapangan Karebosi kembali menjadi ruang ekspresi komunitas kreatif ketika Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar membuka Pameran Capture Makassar, Selasa, 25 November 2025.
Pembukaan pameran ditandai dengan seremoni pemotongan pita, sekaligus menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan Capture Makassar 2025.
Pameran foto dan diskusi bertema Gastronomi Makassar ini berlangsung hingga 26 November 2025. Pameran ini, menampilkan kekayaan kuliner, budaya, dan ritus makan masyarakat Makassar melalui pendekatan visual dan naratif.
Apalagi, Makassar adalah surganya gastronomi. Di mana setiap hidangan, menceritakan kisah migrasi, akulturasi, dan kekayaan hasil bumi lokal.
Tahun ini, Capture Makassar menampilkan 66 karya foto yang dikemas dalam format photo story. Cerita visual ini dibagi ke dalam empat bab, yaitu Laut, Pasar, Dapur, dan Meja Penyajian termasuk ritus makan dalam budaya Makassar.
Rangkaian kegiatan meliputi talkshow tematik, pentas seni, penampilan band lokal, hingga lomba foto yang terbuka untuk masyarakat. Makanya, orang menyebut, kegiatan ini adalah sebuah jendela hati, sebuah deklarasi cinta dari para seniman lensa kepada kota kelahirannya atau kota yang mereka cintai, Kota Daeng.
Ketua Panitia Pelaksana, Irwin Ohorella, menuturkan Capture Makassar bukan sekadar pameran, tetapi upaya memahami kuliner sebagai identitas budaya. Malah, di sisi lain, gastronomi bukan hanya soal makanan, tetapi tentang ritual sosial yang mengikat masyarakat.
“Kegiatan ini dapat menjadi kesempatan untuk lebih mengenal kuliner Kota Makassar, yang bukan hanya kuliner kekinian tapi juga kuliner yang berasal dari warisan budaya,” ujarnya.
Melalui Capture Makassar, Dispar Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong promosi pariwisata berbasis budaya dan gastronomi, serta menghadirkan ruang publik yang inklusif bagi warga dan komunitas kreatif. (din pattisahusiwa)

Facebook Comments Box

Baca Juga