Pedomanku, id:
Pemerintah Kabupaten Maros di bawah kepemimpinan Bupati Chaidir Syam dan Wakil Bupati Muetazim Mansyur kembali menunjukkan komitmennya dalam optimalisasi birokrasi melalui rotasi dan mutasi jabatan. Pada Kamis, 1 Oktober 2025, sebanyak 30 pejabat resmi diambil sumpahnya di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, menandai perubahan signifikan yang menyentuh langsung denyut nadi pelayanan dasar masyarakat: sektor pendidikan dan kesehatan.
Mutasi kali ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap lini pemerintahan bekerja dengan efisien dan penuh tanggung jawab, sejalan dengan visi Maros yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warganya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan perpindahan jabatan adalah dinamika yang wajar dan merupakan kebutuhan organisasi untuk menghindari stagnasi serta mendorong peningkatan kinerja. Sebab, mutasi bukan sekadar rutinitas, melainkan penyegaran yang dibutuhkan agar semangat pelayanan tetap membara.
Bupati dua perioce itu secara khusus memberikan penekanan pada peran Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas. Menurutnya, jabatan-jabatan ini memikul tanggung jawab moral dan profesional yang sangat besar.
“Yang paling utama adalah menjadi pelayan publik. Kepala Sekolah, dan Kepala Puskesmas. Ini amanah yang sangat luar biasa. Kalian adalah representasi kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam menjamin hak dasar mereka atas pendidikan dan kesehatan yang berkualitas,” jlasnya seraya mengakui, penempatan pejabat-pejabat baru ini, maka Pemkab Maros berharap terjadi kemacetan kinerja yang lebih optimal pada dua sektor paling penting tersebut. Tuntutan profesionalisme, integritas, dan inovasi menjadi harga mati bagi 30 pejabat yang kini
Pernyataan senada dikemukakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maros, Andi Sri Wahyuni AB. Dia menambahkan, dari total 30 pejabat yang dilantik, sebagian besar tidak penting di tingkat akar rumput. Penyegaran kali ini fokus pada jabatan fungsional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehari-hari.
Menurutnya, di sektor pendidikan mengalami perubahan kepemimpinan di sembilan unit, meliputi Kepala SMPN 26 Satu Atap Pallantikang, serta sejumlah pimpinan SD dan TK kunci, seperti SDN 156 Tamalalng, SDN 29 Marana, SDN 122 Parigi, hingga TK 17 Dharma Wanita Alatengae. Perubahan ini diharapkan mampu mendorong kurikulum inovasi dan peningkatan kualitas pengajaran di sekolah-sekolah yang menjadi fondasi awal pendidikan anak-anak Maros.
Sementara di sektor Kesehatan , yang merupakan garda terdepan penanggulangan penyakit dan promosi kesehatan, Puskesmas Sembilan Kepala (Kapus) bergantian. Puskesmas yang mengalami pergantian pimpinan antara lain Puskesmas Lau, Simbang, Tanralili, Mallawa, Moncongloe, dan Turikale. Pergantian Kapus ini krusial, mengingat Puskesmas berfungsi sebagai ujung tombak layanan kesehatan primer yang menjangkau seluruh pelosok kabupaten.
Selain itu, mutasi juga menyentuh jabatan fungsional pendukung vital lainnya, termasuk satu orang pustakawan, dua pejabat fungsional pengadaan barang, satu orang PPUPD, serta sejumlah tenaga fungsional kesehatan lainnya. (wis)