Maros, Pedomanku,id:
Pelatihan UMKM adalah program untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai aspek bisnis.. Tujuannya agar UMKM bisa lebih profesional, inovatif, berdaya saing, dan naik kelas. Program ini sering diadakan secara daring (webinar) maupun luring (tatap muka) oleh pemerintah daerah, kementerian, atau lembaga swasta. Di Kabupaten Maros misalnya.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menghadiri kegiatan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) misalnya, kuliner, kerajinan, dan produk kreatif lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas, kualitas produk, serta daya saing UMKM lokal agar mampu menghadapi dinamika ekonomi dan persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur pada pelatihan yang digelar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Maros di Grand Mall Maros, Jumat, 12 Desember 2025 itu mengapresiasi Diskoperindag Kabupaten Maros atas komitmennya dalam memberikan pendampingan dan penguatan kepada pelaku UMKM.
‘Seperti kita lketahui bersama bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, UMKM harus terus didorong agar mampu berkembang, berinovasi, dan naik kelas. Melalui pelatihan seperti ini, pelaku usaha dapat menambah wawasan dan keterampilan dalam mengelola usaha secara lebih profesional.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros itu juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan pelatihan secara optimal, terutama dalam peningkatan kualitas produk, pengemasan, serta strategi pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
Di sisi lain, Kepala Diskoperindag Kabupaten Maros, Andi Sam Sopyan, menyampaikan bahwa pelatihan UMKM ini merupakan bagian dari program berkelanjutan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor usaha kecil dan menengah. Menurutnya, peningkatan kapasitas pelaku UMKM menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (adi)