Makassar, Pedomanku,id:
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di tengah tengah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Angkatan Pembaharuan Pemuda Indonesia (APPI), di Hotel Horison, Ahad, 20 September 2026, meminta BAZNAS Kota Makassar, Ormas APPI, serta lembaga kepemudaan dan sosial lainnya membangun sinergitas dan kolaborasi lintas sektoral membangun Kota Makassar.
Sinergitas yang dimaksud Munafri Arifuddin, setidaknya dalam upaya pemberantasan permasalahan sosial kemasyarakatan, tindakan kekerasan di kalangan remaja, anak putus sekolah, stunting, penyalahgunaan narkoba, bulliying (perundungan), hingga prilaku LGBT.
“Permasalahan – permasalahan sosial tersebut adalah tantangan sosial yang hari ini nampak di depan mata. Karena itu, perlu pelibatan lembaga negara, seperti BAZNAS, organisasi-organisasi kemasyarakatan, seperti APPI, dan Lembaga lembaga kepemudaan dan sosial keagamaan lainnya untuk memberantasnya,” pinta Munafri Arifuddin yang juga Ketua Dewan Pembina Ormas APPI tersebut.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Usman Sofian dikonfirmasi terpisah, Senin, 21 September pagi ini mengemukakan, pernyataan walikota Makassar tersebut adalah harapan terbuka kepada seluruh komponen untuk mengambil peran historisnya masing masing.
Menurutnya, setidaknya, permasalahan sosial yang dimaksud walikota di balik geliat kota metropolitan yang kian modern ini, adalah alarm yang tengah berdering nyaring. Karena itu, dengan semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge’ (saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan) yang mengakar kuat di dada masyarakat di Ibukota Sulawesi Selatan ini sudah saatnya digalakkan.
“Pembangunan kota tidak boleh hanya diukur dari seberapa megah beton-beton jembatan atau seberapa tinggi gedung-gedung pencakar langit yang berdiri. Pembangunan sejati diukur dari bagaimana kita merawat manusia di dalamnya. Karena itu, ayo mari kita semua menyatukan langkah mengamankan harapan dan program Walikota Makassar, Bapak Munafri Arifuddin tersebut,” tutup Uso–sapaan akrabnya. (din pattisahusiwa)