Hj. Dwiana Pamuji Astutik Sebut, Donor Darah adalah Bentuk Sedekah Biologis

Makassar, Pedomanku, id:

Ahad, sering kali dihabiskan untuk beristirahat di rumah atau berekreasi bersama keluarga. Bahkan, di hari libur di akhir pekan ini, orang sering asosiasikan dengan “me time”, atau waktu khusus yang diluangkan seseorang untuk memanjakan diri, guna beristirahat, merelaksasi pikiran, dan tentunya melakukan hal hal yang disukai, tanpa gangguan orang lain.

Meski begitu, di Makassar, atau di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini selalu menawarkan cerita. Di Jalan Boulevard, Ahad, 27 September 2026 misalnya, ada yang memanfaatkan derap langkah untuk berlari, berjalan, atau bersepeda ria. Di antara derap langkah di hari Car Free Day itu, terselip sebuah pemandangan yang meneduhkan.

Di Ahad, lusa itu, di trotoar jalanan di depan Prodia Boulevard, nantinya, sebuah tenda berdiri tegak. Nantinya, ada sekelompok orang memilih melangkah berbeda. Mereka menyingsingkan lengan baju, merelakan tetesan darahnya mengalir demi kehidupan orang lain. Donor darah.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Makassar, Hj. Dwiana Pamuji Astutik, S.M.,S.H dikonfirmasi mengemukakan, seseorang mendonorkan darah, maka orang itu sedang meruntuhkan tembok-tembok dogmatis yang sering kali memecah belah manusia. Orang itu pula sedang membuktikan bahwa, di balik perbedaan-perbedaan teologis, dibalik warna kulit, jenis kelamin, adat istiadat, dan lainnya ada satu esensi suci yang menyatukan seluruh manusia. Yaitu, panggilan untuk mencintai kehidupan dan merawat sesama.

“Maka, tentunya, mendonorkan darah, bukan sekadar prosedur medis, melainkan bentuk ibadah sosial, doa yang termanifestasi dalam tindakan nyata, dan pelita yang menyala di tengah kegelapan penderitaan seseorang,” ujar alumni Jurusan Manajemen STIE Amkop Makassar itu, usai Jumat, siang tadi.

Menurutnya, memilih hari Ahad untuk mendonorkan darah, merupakan salah satu bentuk kecerdasan spiritual dalam mengelola waktu luang. “Daripada waktu libur habis tanpa kebaikan yang berarti, maka mendonorkan darah di hari Ahad adalah manifestasi dari konsep fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan),” ujarnya seraya mengaku aksi donor darah itu merupakan kerjasama antara Palang Merah Indonesia Kota Makassar, Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Makassar) Prodia, Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Kota Makassar, IKA Mts Makassar.

Bagi Ketua Srikandi DPW Angkatan Pemersatu Pemuda Indonesia (APPI) ini, donor darah merupakan salah satu bentuk sedekah yang paling otentik. Sebab, jika sedekah harta mengeluarkan sebagian rezeki materi, maka donor darah adalah “sedekah biologis”—mengeluarkan bagian dari tubuh yang paling berharga untuk dialirkan kepada mereka yang membutuhkan.

Secara biologis, urai Hj. Dwiana, darah seorang konglomerat tidak lebih merah atau lebih “mulia” daripada darah seorang tukang becak, ojek, atau buruh harian sekalipun. Di sinilah donor darah bekerja sebagai agen egalitarianisme. Ia mengajarkan sebuah pelajaran sosiologis yang elegan, bahwa di bawah kulit orang yang beragam, adalah spesies yang sama, dengan kerentanan dan kebutuhan yang serupa. Ketika kantong darah itu diberikan kepada pasien di rumah sakit, tidak pernah ada pertanyaan tentang KTP, golongan darah sosial, si kaya, atau orang yang tidak berpunya.

Sebelum menutup komentarnya, Sarjana Hukum Universitas Sawerigading ini mengemukakan, Al-Qur’an merekam sebuah prinsip universal yang sangat agung. Dalam Surah Al-Ma’idah ayat 32 diartikan, “Barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”

“Ayat inilah yang menjadi landasan teologis paling kokoh bagi seorang muslim untuk mendonorkan darahnya. Ketika seseorang mendonorkan darah di hari liburnya, maka ia sedang menyelamatkan nyawa saudaranya sesama manusia yang mungkin sedang berjuang di ruang operasi, tanpa pernah menanyakan apa agama, suku, atau ras penerima donor tersebut,” tutup Hj. Dwi–sapaan akrabnya. (din pattisahusiwa)

 

Facebook Comments Box
You might also like