Jemarang
Makassar, Pedomanku id:
Kebahagiaan dan rasa syukur tengah menyelimuti Jemarang, S.I.Pem., M.I.P di antara ratusan wisudawan, sosok Jemarang menjadi salah satu perhatian utama setelah sukses menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan (S2) di Program Pascasarjana Universitas Pancasakti dan dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mendekati sempurna, yakni 3,98.
Pria kelahiran Kas, Nusa Tenggara Timur (NTT), 1 Januari 1986 ini bukanlah figur baru dalam dunia akademik maupun kepemimpinan daerah. Jemarang yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan di Manggarai Timur, NTT membuktikan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah kesibukan karier politiknya.
Momentum wisudanya kali ini menjadi tonggak sejarah tersendiri baginya. Pasalnya, ini merupakan kali kedua Jemarang merayakan kelulusan di kampus yang sama. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan jenjang Sarjana (S1) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pancasakti Makassar, sebelum akhirnya kembali menuntut ilmu hingga meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan di Program Pascasarjana.
Saat ditemui usai prosesi wisudanya, Jemarang menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kualitas pelayanan akademik dan fasilitas yang dihadirkan oleh Universitas Pancasakti Makassar.
“Saya sangat bersyukur pada kesempatan kali ini. Ini adalah kali kedua saya diwisuda di Universitas Pancasakti Makassar, mulai dari S1 hingga S2 Magister Ilmu Pemerintahan,” ungkap Jemarang penuh rasa haru.
Ia menilai bahwa seluruh fasilitas dan persiapan pelaksanaan wisuda berjalan sangat baik. Menurutnya, tata kelola pelayanan di kampus Unpacti mulai dari tingkatan pimpinan, direktur Pascasarjana, hingga para dosen sangat ramah, responsif, dan fleksibel, terutama bagi mahasiswa yang memiliki kesibukan atau ikatan dinas.
“Cara pelayanannya luar biasa dan tidak sulit, sangat ramah bagi saudara-saudara kita yang bertugas, baik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pejabat publik di luar pemerintahan yang tetap berhubungan dengan kebijakan negara. Kampus inilah yang sangat ideal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” terangnya.
Sebagai figur publik dan politisi yang aktif dalam perpolitikan di NTT, Jemarang juga memberikan dorongan motivasi kepada para mahasiswa serta generasi muda yang tengah menempuh pendidikan jenjang sarjana untuk tidak ragu melanjutkan studi ke tingkat pascasarjana.
“Saya mengajak seluruh adik-adik dan rekan-rekan yang saat ini sedang atau telah menyelesaikan S1, mari kita lanjutkan pendidikan S2 di Universitas Pancasakti Makassar. Prosesnya cepat, mudah, dan pelayanannya sangat memuaskan,” ajaknya.
Keberhasilan Jemarang meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,98 ini membuktikan bahwa kesibukan sebagai pimpinan partai politik dan tokoh masyarakat di Nusa Tenggara Timur tidak menjadi penghalang untuk terus mengejar keunggulan akademis di bidang pemerintahan.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Universitas Pancasakti Makassar, Dr. Anirwan, S.Ip., M.Adm.KP., menjelaskan bahwa keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari komitmen Program Pascasarjana dalam membangun tata kelola akademik yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Menurutnya, tata kelola Program Pascasarjana tidak hanya diarahkan pada pemenuhan aspek administratif, tetapi juga memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar akademik, mulai dari proses pembelajaran, pembimbingan, penelitian, hingga penyelesaian studi mahasiswa.
“Bagi kami, kualitas tata kelola merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Program Pascasarjana. Tata kelola yang baik harus mampu menjamin proses akademik berjalan secara tertib, transparan, akuntabel, dan tetap memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara keilmuan maupun profesional,” jelas Dr. Anirwan.
Ia menambahkan bahwa Program Pascasarjana Universitas Pancasakti Makassar terus berupaya membangun lingkungan akademik yang komunikatif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Hal tersebut dilakukan melalui penguatan sistem pembelajaran, peningkatan kualitas dosen, optimalisasi proses pembimbingan, serta pengembangan budaya akademik yang menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari ekosistem perguruan tinggi.
“Pendidikan di Program Pascasarjana bukan sekadar menyelesaikan sejumlah mata kuliah dan memperoleh gelar akademik. Yang lebih penting adalah bagaimana proses pendidikan tersebut menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu melakukan kajian secara ilmiah, serta dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan,” tambahnya.
“Kami berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi mampu membawa pengetahuan dan pengalaman akademiknya untuk menjawab persoalan pemerintahan dan pembangunan di daerah masing-masing,” pungkasnya. (Win).