Suasana pertemuan pimpinan BAZNAS dan Ketua TP PKK Kota Makassar
Makassar, Pedomanku,id:
Dinamika perkembangan Kota Makassar yang pesat, tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik dan infrastruktur. Di balik gemerlapnya kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin ini, tersimpan sebuah komitmen kuat untuk merajut kepedulian sosial. Semangat inilah yang terpancar jelas dari langkah strategis Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Hj. Melinda Aksa, saat menerima audensi dengan pimpinan BAZNAS Kota Makassar dipimpin Dr. H. Usman Sofian, MA, di Rujab Walikota, Jumat, 9 Oktober siang.
Hj. Melinda Aksa mengemukakan, sebagai istri Munafri Arifuddin–Walikota di kota berpenduduk lebih 1,4 juta jiwa ini, ia mendukung penuh program program BAZNAS Kota Makassar. Apalagi, TP PKK, memiliki akar kuat hingga ke tingkat dasawisma di setiap kelurahan, sekaligus mesin sosial yang paling dekat dengan denyut nadi masyarakat bawah.
“Kami siap mendukung program-program BAZNAS Kota Makassar dan siap berkolaborasi. Khususnya dalam memberikan edukasi akan kesadaran dan gerakan bersama untuk berinfaq. Program penanganan stunting, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, keagamaan dan program sosial dapat beriringan,” tutur alumni SMA di Singapura, kemudian melanjutkan studi Jurusan Internasional Business di San Fransisco, Amerika Serikat itu.
Menurutnya, dinamika di Makassar tersimpan sebuah PR besar yang menuntut kepedulian bersama. Yaitu, stunting. Isu krusial inilah yang menghentak ruang diskusi strategis antara dirinya dengan lembaga zakat bertagline ‘Solid, Amanah, dan Ber-DAMPAK tersebut.
Di bagian lain, putri ketiga tokoh nasional dan pengusaha sukses HM. Aksa Mahmud dan Hj. Ramlah Aksa ini meyakini kolaborasi yang dibangun antara PKK dan BAZNAS diyakini akan menjadi mercusuar baru dalam tata kelola kesejahteraan sosial di tingkat lokal. Ini adalah bukti nyata bahwa, ketika perempuan-perempuan hebat di PKK dan para pengelola zakat bersatu, maka batas-batas birokrasi melebur menjadi aksi nyata penuh cinta kasih.
Dr. H. Usman Sofian didampingi H. Yusran Sofyan, SE, M.Si, H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd, dan Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes (Ketua I, III, dan IV) menyambut baik harapan Ketua PKK Kota Makassar tersebut. Menurutnya, Kota Makassar saat ini, tidak hanya sedang membangun fisik kotanya, tetapi juga peradaban—peradaban yang dibangun di atas fondasi kepedulian, gotong royong, dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan.
“Bagi kami di BAZNAS Makassar, sinergi dengan TP PKK Kota Makassar adalah babak baru yang manis, sekaligus merupakan sebuah pembuktian bahwa, kebaikan akan selalu menemukan jalannya untuk ber-DAMPAK seluas-luasnya, bagi warga, khususnya mustahik yang herada di bawah garis kemiskinan ekstrem,” tuturnya, seraya mengaku bersyukur dapat bertukar pandangan dengan Hj. Melinda Aksa.
Uso–sapaan akrabnya malah menilai, pertemuan dengan ketua PKK Makassar bukan sekadar silaturahmi bisa, melainkan sebuah bentuk perjumpaan nurani. Diskusi hangat tersebut mengerucut pada sejumlah titik temu, bahwa, penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja keroyokan, kolaborasi lintas sektor, dan sentuhan kemanusiaan begitu dalam. (din pattisahusiwa)