Makassar, Pedomanku,id:
BAZNAS Kota Makassar melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Tinumbu 132, RT 002/RW002, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala. Bantuan yang diserahkan Komandan BTB mewakili pimpinan BAZNAS Kota Makassar, Asrijal Syahruddin itu berupa beras, super mie, dan pakaian layak pakai. Bantuan diterima Lurah Bunga Ejaya, Mochammad Virgiawan Rhamadhanis, S.STP, Senin, 12 Oktober 2026.
Usai menyerahkan bantuan, Asrijal Sahruddin menyampaikan salam hormat dari Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H.usman Sofian, bersama seluruh jajaran lembaga pemerintah nonstrukural tersebut. Termasuk, meminta korban kebakaran tetap tabah menerima cobaan yang menimpa mereka.
Langkah cepat BAZNAS Makassar melalui BTB, diharapkan dapat meringankan beban psikologis dan finansial korban kebakaran. Tentunya, demikian Asrijal, kebakaran memang telah merenggut tempat tinggal fisik mereka, tetapi semangat untuk bangkit dan kepedulian sesama adalah api abadi yang takkan pernah padam di Bunga Ejaya.
“Sekadar diketahui bahwa, seluruh yang diberikan, berasal dari donasi para ASN muslim, dan guru guru baik SD maupun SMP se Kota Makassar. Termasuk donasi dari UPZ masjid, perusda, hingga masyarakat muslim di Kota Makassar, tuturnya didampingi staff amil, Syarifuddin Pattisahusiwa, serta mahasiswa magang dari Sekolah Tinggi Agama Islama (STAI) Al-Azhar Gowa, Rifai.
Sebelum menutup pernyataannya, Ketua Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA-DMI) Kota Makassar itu juga mengingatkan bahwa, seluruh program, termasuk bantuan BAZNAS kepada korban kebakaran yang begitu MULIA itu disesuaikan dengan Visi BAZNAS Kota Makassar 2026-2031 yaitu “Mewujudkan Tata Kelola Zakat Yang Amanah, Profesional, Inklusif dan Berdampak”. Visi BAZNAS Makassar ini relevan dengan visi Pemerintah Kota Makassar yakni “Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan”.
Sementara itu, Lurah Bunga Ejaya, Mochammad Virgiawan Rhamadhanis, S.STP, mewakili warga dan korban kebakaran mengucapkan terima kasih, lantaran di tengah tengah penderitaan warga, BAZNAS Makassar datang membawa secercah harapan dan kehangatan hadir membawa bantuan. Tentunya, bantuan ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan perut, tetapi juga bukti nyata bahwa para korban tidak sendirian menghadapi cobaan ini.
Menurutnya, bantuan BAZNAS tidak hanya sekadar formalitas, melainkan bentuk respons cepat atas kebutuhan mendesak para korban. Paket bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok. Karena itu, bantuan BAZNAS bukan sekadar deretan angka rupiah atau kardus mi instan, melainkan merupakan pesan kuat kepada korban bahwa mereka tidak sendiri. Negara hadir merawat, dan agama memeluk mereka dengan penuh cinta kasih.
” Bagi kami bantuan BAZNAS kepada korban adalah sebuah titik temu yang indah antara ajaran transenden agama dan fungsi pelayanan publik sebuah pemerintahan. Agama memberikan “jiwa” berupa keikhlasan, kepedulian, dan ikatan kekeluargaan umat, sementara pemerintahan memberikan “raga” berupa sistem yang terstruktur, legalitas hukum, dan jangkauan yang luas,” jelasnya, didampingi Babinsa Bungja Ejaya (Serda Haedir), Bhabinkamtibmas Kelurahan Bunga Ejaya (Aipda Nurhidayat,SH), serta Ketua RW 002 (Mantasia).
Seperti diketahui, kebakaran yang terjadi pada Sabtu dinihari, 10 Oktober 2026 itu menghanguskan delapan rumah semi parmanen ludes dilalap sijago merah. Tujuh rumah warga dan satu gudang hangus. Korban terdampak 9 kepala keluarga, atau 33 jiwa kehilangan tempat tinggal. Dugaan sementara arus pendek. Penangnangan sebanyak 15 unit armada pemadam kebakaran dari Mako Dampakr, dan posko Ujung Tanah, serat dibantun BPBD Kota Makassar, TNI, Polri, dan pihak kelurahan Kelurahan Bunga Ejaya. Bantuan yang sama juga di Parantambung. (din pattisahusiwa)