Siri Sori Islam, Pedomanku.id:
Semangat inovasi pertanian terus digemakan di Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur. Rabu, 16 Juli pagi tadi, tujuh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tiga di antaranya dari Kabupaten Maluku Tengah, dan empat lainnya dari Kecamatan Saparua Kota, melakukan kunjungan ke kelompok tani Hatulasanno.
Kunjungan kerja ini bertujuan, memberikan pemahaman, pendampingan, evaluasi, serta mendorong pengembangan teknologi pertanian modern, yakni Hidroponik.
Seorang warga Siri Sori Islam, Ramla Pelupessy dikonfirmasi malam ini mengaku, ketujuh penyuluh pertanian itu, secara khusus, menyoroti potensi budidaya hidroponik–metode budidaya tanaman tanpa tanah yang semakin diminati warga.
Di sela sela kunjungan, salah seorang petani hidroponik mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi.
Menanggapi hal itu, penyuluh pertanian memberikan masukan teknis dan saran praktis untuk mengatasi kendala tersebut, termasuk tips efisiensi operasional dan upaya kolaborasi dengan pasar lokal. Hal lainnya adalah, cara melakukan penanaman sistem hiroponik yang benar.

Penyuluh juga menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi anggota kelompok yang dipimpin Najir Sopaheluwakan tersebut. Mereka bahkan menyerahkan bantuan bibit kangkung, sawi, dan bayam.
“Katong (kami) sangat bangga melihat inisiatif petani hidroponik di Siri Sori Islam ini yang berani mencoba teknologi baru seperti hidroponik. Ini menunjukkan bahwa pertanian modern bisa diterapkan di negeri Siri Sori Islam ini, meski dengan sumber daya terbatas. Kami akan terus memberikan pendampingan agar usaha ini bisa berkembang dan menjadi contoh bagi petani lain,” urai seorang penyuluh.
Ketua Kelompk Hidroponik Hatulasanno, Najir Sopaheluwakan, seperti diungkapkan Ramla Pelupessy, menyampaikan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan para penyuluh.
“Tentunya, kunjungan dan masukan dari penyuluh di kelompok Hatulasanno ini sangat berarti. Banyak hal yang kami pelajari, terutama dalam memecahkan masalah teknis kecil yang sering muncul. Dengan dukungan ini, kami semakin optimis bisa mengembangkan usaha hidroponik ini lebih baik,” urai Najir seperti diungkap Ramla Pelupessy.
Dengan dukungan yang tepat, inovasi seperti hidroponik tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan berkontribusi pada ketahanan pangan di Kecamatan Saparua Timur, khususnya di Negeri Siri Sori Islam.

Ramlah Pelupessy menambahkan, kelompok Hidroponik Hatulasanno ini menanam sayuran kadang dua pekan hingga satu bulan sudah panen, terantung jenis sayur yang ditanam. Setelah panen, mereka kemudian menjualnya bukan saja lingkung negeri Siri Sori Islam, melainkan di pasar kecamatan Saparua Kota. Harganya lumayan, satu ikat dihargai Rp7000.
Di Siri Sori Islam sendiri terdapat tiga kelompok hidroponik, yaitu Hatulasanno, Inasela, dan Waemokobersua.
Seperti diketahui, dalam pandangan pertanian modern, petani hidroponik bukan sekadar alternatif, melainkan pilar penting yang akan membentuk masa depan pangan. Mereka adalah inovator yang beradaptasi dengan keterbatasan sumber daya, memanfaatkan teknologi untuk efisiensi, dan berkomitmen pada produksi pangan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran akan keinginan, peran petani hidroponik akan terus berkembang dan menjadi semakin penting dalam menjaga ketahanan pangan global di era yang penuh tantangan ini. Mereka adalah contoh nyata, bagaimana pertanian bisa tetap relevan dan progresif di abad ke-21.
Dan, tentunya, pertanian modern tidak lagi hanya tentang tanah dan cuaca, melainkan juga tentang presisi, efisiensi, dan inovasi. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, kelangkaan udara, dan degradasi lahan, hidroponik menawarkan solusi yang radikal namun efektif. (din pattisahusiwa)