Maros, Pedomnaku.id:
Bupati Maros, Chaidir Syam memgemukakan, Gau Maraja Leang-Leang tidak sekadar perayaan budaya, tetapi momentum strategis untuk mempromosikan kekayaan sejarah dan potensi pariwisata di kabupaten berbatasan dengan Kabupate Bone, Kabupaten Pangkep, dan Kota Makassar tersebut.
Karena itu, jelas bupati dua periode itu, persiapan harus dilakukan menyeluruh — mulai dari teknis, keamanan, promosi hingga pelibatan masyarakat. Sebab, kegiatan Gau Maraja Leang-Leang direncanakan digelar lebih meriah dengan melibatkan komunitas budaya, pelaku pariwisata, pelajar, dan masyarakat luas. Acara ini diharapkan mampu menjadi ikon tahunan yang memperkuat identitas budaya Maros sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif daerah.
Penegasan Bupati Chaidir Syam tersebut saat memimpin rapat evaluasi dan koordinasi persiapan kegiatan budaya Gau Maraja Leang-Leang Tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Maros, Rabu, 18 Juni 2025.
Hadir pada rapat yang dihadiri jajaran Kepala Perangkat Daerah serta sejumlah stakeholder yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan bersejarah itu menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan teknis dan sinergi lintas sektor untuk mendukung kesuksesan agenda tahunan tersebut.
Di sela sela rapat, Chaidir Syam menekankan pentingnya komitmen kolektif seluruh pihak guna menjadikan Gau Maraja Leang-Leang sebagai ajang budaya yang tidak hanya merepresentasikan kearifan lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik pariwisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati bergelar Doktor itu juga meminta setiap perangkat daerah untuk menindaklanjuti catatan evaluasi pelaksanaan sebelumnya dan menyusun rencana kerja yang lebih terukur dan tepat waktu. Ia mendorong agar nilai-nilai budaya lokal ditampilkan secara kuat dalam setiap rangkaian acara, agar generasi muda semakin mencintai warisan leluhur.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa, Gau Maraja Leang-Leang bukan hanya perayaan budaya, tetapi momentum strategis untuk mempromosikan kekayaan sejarah dan potensi pariwisata Kabupaten Maros. Maka, persiapan harus dilakukan menyeluruh — mulai dari teknis, keamanan, promosi hingga pelibatan masyarakat,” tutup mantan Ketua DPRD Maros itu. (din)