Maros, Pedomanku.id:
Pemanfaatan bambu berbasis potensi lokal mengacu pada penggunaan bambu sebagai sumber daya alam yang tersedia secara melimpah di suatu daerah untuk berbagai keperluan, mulai dari konstruksi, kerajinan, hingga konservasi lingkungan. Ini melibatkan pemberdayaan masyarakat setempat untuk mengolah dan memanfaatkan bambu secara berkelanjutan, menciptakan nilai tambah ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam rangka mendorong pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan, dosen dari Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Leko Pancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, pada Sabtu 26 Juli 2025.
Ketua tim pengabdian, Muhammad Haristo Rahman, M.Pd., mengemukakan, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam memberdayakan masyarakat melalui penguatan potensi lokal.
“Kita ketahui bersam bahwa, bambu adalah kekayaan alam yang melimpah di Desa Leko Pancing. Namun, belum semua masyarakat memahami nilai ekonomis dan ekologisnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan dan menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, bambu bisa menjadi sumber penghidupan dan konservasi yang berkelanjutan,” urainya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Makassar sebagai pelaksana.
Kegiatan meliputi Edukasi konservasi bambu sebagai tanaman ramah lingkungan dan cepat tumbuh, Dialog dan diskusi dengan masyarakat mengenai potensi bambu sebagai bahan bangunan, kerajinan, dan komoditas usaha mikro.
Akbar, salah seorang warga Desa Leko Pancing menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian perguruan tinggi terhadap potensi desa kami. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan agar bambu bisa menjadi bagian dari pembangunan ekonomi desa. (din)