Maros, Pedomanku.id:
Lahan tidur bisa ditanami jagung. Penanaman jagung di lahan tidur merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan lahan yang tidak produktif dan mendukung program ketahanan pangan. Lahan tidur di Maros salah satunya.
Inspektorat Pengawasan Umum Wilayah III Itwasum Polri, Brigjen. Pol. Drs. Herukoco, M.Si melakukan peninjauan langsung kebun jagung binaan Polres Maros. Persisnya di Kelurahan Borong, Kecamatan Tanralili. Pada lahan seluas 4 hektare yang awalnya ditanami sawah padi., kini menghasilkan jagung hibrida F1 Super BISI 18 dengan kadar air ideal 18%.
Prediksi panen mencapai 32 ton (8 ton/hektare), membuktikan keberhasilan pendampingan Polri, dalam memanfaatkan lahan tidur demi mensuskeskan program Presiden Prabowo Subiyanto, utamanya dalam hal ketahanan pangan. .
Brigjen. Pol. Drs. Herukoco, M.Si mengemukakan, kehadiran Polri dalam mendukung program presiden ke delapan tersebut memperkuat peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya percepatan swasembada jagung sesuai instruksi Presiden.
Berdasarkan laporan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo per 9 Juli 2025, saat penanaman serentak kuartal ketiga di Grobogan mengungkapkan telah tersedia 793.339 hektare lahan produktif baru, termasuk 301.672 hektare dari perhutanan sosial, menuju target 1 juta hektar dalam program Asta Cita.
Brigjen. Herukoco menambahkan, “Aspirasi petani, seperti kebutuhan alat pemipil jagung dan rencana perluasan lahan menjadi 15 hektare, akan difasilitasi secara berkelanjutan.”
Itwasum Polri merekomendasikan sinergi intensif Polres Maros dengan Forkopimda dan Bulog untuk menjamin pendampingan petani dari penanaman hingga pemasaran. Langkah ini memperkuat komitmen Polri dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kamtibmas melalui ketahanan pangan.
Sementara itu, Kapolres Maros AKBP Douglas Mahenrajaya menegaskan jajarannya berkomitmen untuk memastikan pemasaran hasil panen menguntungkan petani, termasuk koordinasi dengan Bulog untuk penyerapan dan harga stabil. (din)