160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


BAZNAS Makassar Bantu Modal Usaha bagi Pelaku Kuliner

Makassar, Pedomanku.id:

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, atau UMKM, lokal tidak sekadar entitas bisnis kecil, melainkan representasi dari semangat kewirausahaan lokal, sekaligus penyedia harapan bagi begitu banyak keluarga. Malah, pelaku UMKM adalah motor penggerak pemerataan kesejahteraan ummat.

Salah satu pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner di Kota Makassar adalah, Irma. Warga, kompleks Dewi Kumalasari, Kecamatan Biringkanaya yang sudah 20 tahun bergelut di bidang makanan ini pun mendapat bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

Bantuan yang diterima perempuan sekitaran 40 tahun pada Kamis, 14 Agustus sore ini sebanyak Rp5000.000. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Makassar yang begitu memerhatikan pelaku usaha kecil kecil seperti saya ini,” ujarnya usai penyerahan modal usaha dari BAZNAS Kota Makassar diwakili H.Jurlan Em Saho’as– Wakil Ketua IV Bidang Adminitrasi, SDM, dan Umum.

Menurut Irma, modal usaha yang diterima dari lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No.5 Kecamatan Rappocini, Kota Makassar itu akan digunakan sebaik baiknya, dan sesuai peruntukannya.

Di sela sela penyerahan bantuan, Wakil Ketua IV H.Jurlan Em Saho’as mengharapkan, Irma adalah salah satu contoh dari begitu banyak pelaku UMKM di kota yang dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.

Bantuan yang diberikan kepala pelaku UMKM sebagai penanda, BAZNAS Makassar kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi umat dan keummatan. Bahkan, dengan  bantuan modal usaha itu pula, program-program produktif BAZNAS Makassar secara aktif membawa kemaslahatan dan dapat mengangkat ekonomi kaum muslimin di ibukota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

“Bagi BAZNAS,  bantuan kepala pelaku ekonomi kecil tidak hanya bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi kaum muslim, tetapi juga untuk menggerakkan roda perekonomian di kota Makassar,” tuturnya.

Bagi salah satu penyair Indonesia yang berhasil masuk “Top 10” juara lomba tulis puisi dan Cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan komunitas Literasi kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah” ini mengakui, bantuan modal yang diberikan BAZNAS Makassar tidak hanya berupa injeksi dana semata. Tetapi, terkadang, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan, agar para pelaku UMKM dapat mengelola usaha mereka dengan lebih baik, mengembangkan produk, serta memperluas jangkauan pasar.

Di sisi lain, jelas pria Bugis kelahiran Palopo ini,  BAZNAS Makassar juga memperkuat sistem pengumpulan. Yaitu, dengan membangun jaringan pengumpul zakat yang komprehensif. Mislanya melalui ASN dan guru guru muslim se Kota Makassar. Ada pula, Unit Pengumpul Zakat, atau UPZ di masjid masjid. Dan tidak ketinggalan BAZNAS Makassar juga telah menerapkan sistem pembayaran online yang memungkinkan para donatur membayar zakat secara elektronik.

Sebelum menutup komentarnya, H.Jurlan melihat,pengelolaan zakat yang efektif memerlukan perpaduan yang harmonis antara kepatuhan terhadap peraturan dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Syariah.

“BAZNAS mengetahui betul para mustahik seperti diisyartakan dalam 8 golongan atau asnaf. Yakni, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim– orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah– pejuang agama Islam, ibnu sabil– orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil– orang yang menyalurkan zakat,” tutupnya. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)

 

 

Facebook Comments Box

Baca Juga