Banyak orang yang kepingin memulai dengan resolusi hidup baru. Salah satunya, dengan membuka bisnis sendiri. Ada berbagai jenis bisnis yang bisa dicoba, tapi belum tentu semuanya menguntungkan, atau bahkan malah menelan modal besar, dan berisiko tinggi.
Agar tidak salah langkah, ada baiknya terlebih dahulu melakukan riset pasar, dan mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan di lingkungan terdekat. Hal ini, untuk menentukan seberapa besar peluang bisnis yang dijalani bisa mendatangkan keuntungan.
Salah satunya media sosial. Media sosial saat ini, memiliki peran penting dalam pemasaran. Jasa manajemen media sosial bisa ditawarkan kepada perusahaan, terutama perusahaan yang masih berkembang, atau yang belum mampu membayar karyawan sendiri.
Melalui layanan ini, dapat membantu mereka membangun brand yang kuat, berinteraksi dengan pelanggan, dan menciptakan strategi pemasaran digital yang efektif.
Apalagi, di zaman yang terus berubah, media sosial telah menjadi salah satu alat paling kuat untuk berkomunikasi dengan audiens yang lebih luas, membangun merek, dan mempromosikan bisnis.
Tren media sosial juga terus berubah dari waktu ke waktu. Memahami perubahan ini adalah kunci untuk menjaga agar bisnis tetap relevan dan berhasil di platform-platform tersebut. Terutama, apabila bisnis yang memanfaatkan media sosial untuk membangun digital presence.
Apa saja prediksi konten media sosial yang berpotensi bermanfaat bagi bisnis di tahun 2024? Dari video hingga kecerdasan buatan, mari kita lihat apa yang mungkin terjadi dan bagaimana bisnis dapat memanfaatkan tren ini untuk pertumbuhan dan keberhasilan.
Prediksi tren media sosial selalu berubah, seiring perkembangan teknologi, dan perubahan perilaku pengguna. Untuk tahun 2024 sendiri, beberapa tren media sosial telah diprediksi, dan tentunya dapat bermanfaat dalam menjalankan usaha.

Video Dominasi Konten misalnya. Video akan tetap menjadi tren dominan di media sosial. Platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube akan menjadi lebih penting bagi bisnis untuk berbagi konten visual yang menarik.
Ada pula, Live Streaming yang akan terus berkembang, memberikan bisnis kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan audiens. Ini dapat digunakan untuk peluncuran produk, wawancara eksklusif, atau acara khusus.
Termasuk AR (Augmented Reality) dan Filtrasi. Penggunaan teknologi AR dalam konten media sosial akan meningkat. Bisnis dapat memanfaatkan AR untuk menciptakan pengalaman yang lebih menarik dan interaktif untuk pelanggan mereka.
Platform media sosial ini, akan terus mengembangkan fitur pembelian langsung, memungkinkan pelanggan untuk membeli produk atau layanan tanpa meninggalkan platform. Ini akan menjadi lebih penting untuk e-commerce.
Kontenyang dibuat pun berdasarkan minat oleh pengguna. Dimana, konten yang dapat digerakkan oleh pengguna, seperti meme dan tantangan viral, akan tetap populer. Bisnis dapat mencoba memanfaatkan tren ini untuk berpartisipasi dalam tantangan atau menciptakan konten yang dapat viral.
Pengaruh sosial yang lebih otentik, dan melibatkan pelanggan di dalam isi kontennya akan menjadi lebih berharga daripada pengaruh besar dengan pengikut yang banyak. Bisnis dapat berkolaborasi dengan pengaruh sosial yang relevan dengan audiens mereka. Sehingga dengan konten yang relevan dengan pengguna diharapkan akan menimbulkan efek viral untuk di konten tersebut.
Yang perlu diperhatikan adalah, keamanan dan privasi data. Sebab, konsumen semakin peduli tentang keamanan data mereka. Platform media sosial yang mengutamakan keamanan dan privasi akan menjadi pilihan yang lebih baik bagi bisnis. Jadi, harus lebih diperhatikan kembali policy yang berhubungan dengan privasi pelanggan.
Hal lain yaitu, diversifikasi platform. Bisnis akan cenderung diversifikasi ke berbagai platform media sosial, tidak hanya bergantung pada satu atau dua platform. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko terkait dengan perubahan algoritma atau peraturan platform tertentu. Jadi, siapkan konten yang berbeda untuk di platform yang berbeda juga.
Penggunaan AI dalam pemasaran, yakni penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pemasaran media sosial akan terus tumbuh. AI dapat membantu bisnis dalam mengoptimalkan kampanye iklan, analisis data, dan layanan pelanggan. Sehingga diharapkan dengan adanya AI bisa mendapatkan pelanggan baru ataupun bisa meningkatkan loyalitas pelanggan dengan adanya teknologi AI.
Serta, penggunaan hashtag dan SEO sosial. Dimana, hashtag yang tepat dan penggunaan optimasi SEO sosial akan menjadi lebih penting dalam meningkatkan visibilitas konten Anda di platform media sosial. Jadi, harus lebih diperhatikan penggunaan hashtag sehingga bisa mencerminkan produk yang dijual.
Konten berkelanjutan. Bisnis akan fokus pada pembuatan konten berkelanjutan dan strategi konten jangka panjang untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. Sehingga bisa menciptakan rasa emosional di pelanggan, serta meningkatkan rasa penasaran dengan adanya konten tipe berkelanjutan ini.
Penggunaan Platform Niche. Selain platform utama seperti Facebook, Instagram, dan X (sebelumnya Twitter), bisnis juga akan lebih memperhatikan platform niche yang relevan dengan industri atau audiens mereka. Seperti menyiapkan platform untuk komunitas agar rasa emosional sesama pengguna produk Anda bisa terjalin dengan baik.
Penggunaan Podcast dan Audio Sosial. Podcast dan platform audio sosial seperti Clubhouse akan terus tumbuh dalam popularitas. Ini dapat menjadi kesempatan bagi bisnis untuk berbagi konten audio yang berharga. Karena kebiasaan dari pelanggan sekarang lebih banyak mendengarkan sambil melakukan kegiatan lain, sehingga konten podcast akan mendapatkan tempat di hati pelanggan. (ozan-indibiz)