Makassar, Pedomanku,id:
Kasus 1.323 siswa SMP negeri yang tidak masuk Data Pokok Pendidikan, atau Dapodik menjadi polemik di tengah tengah masyarakat di Makassar. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar pun geram, sekaligus meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Ketua Komisi D, DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham menegaskan, Dinas Pendidikan Kota Makassar akan membuka kuncinya, kemudian menginput masuk, meski dicicil-cicil per sekolah.
Pernyataan Ari Ashari Ilham tersebut setelah mendengar dari Dinas Pendidikan Kota makassar yang melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dan, persoalan tersebut juga telah dibicarakan dalam rapat antara Komisi D DPRD Makassar bersama Dinas Pendidikan Makassar.
“Dan, tentunya kita ucapkan ahamdulillah, karena hasil dari koordinasi kementerian itu teman-teman dari kementerian sudah menjamin bahwa seluruh anak-anak yang belum terdaftar di dapodik akan segera didaftarkan,” jelasnya, pada Sabtu, 25 Januari 2025
Anggota dewan asal partai NasDem itu turut menekankan agar persoalan yang dipicu kuota rombongan belajar (rombel) overkapasitas ini tidak terulang. Dia meminta Disdik Makassar mengevaluasi kembali penerimaan peserta didik baru (PPDB) ke depannya.
“Sekalipun demikian, ada beberapa catatan bahwa di PPDB periode depan sudah tidak boleh lagi ada penambahan rombel. Jadi kalau rekomendasinya 32 siswa dalam satu rombel, ya harus 32 tidak ada lagi penambahan,” jelasnya,seraya memberi contoh, nanti dari disdik akan berkoordinasi, semisal di SMP 3 yang akan dibuka oleh Kementerian, di-input masuk, nanti ke SMP 6 lagi di-input lagi, nanti dicicil kerjanya. (ozan)