160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Bupati Maros Sayangkan Beredarnya Video ‘Fashion Show”

Maros, Pedomanku.id:

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengaku terkejut dan baru mengetahui insiden yang begitu menghebokan. Yaitu, beredarnya video “fashion show” yang menampilkan sejumlah waria di acara pernikahan di Bontocina, Kecamatan Turikale, Maros.

Kejadian yang terjadi pada Rabu, 2 Juli 2025 tidak hanya viral, tapi juga menuai reaksi beragam, termasuk dari pemerintah daerah setempat. Video berdurasi 57 detik yang tersebar luas, terlihat jelas sejumlah waria berlenggak-lenggok di atas panggung dadakan layaknya peragaan busana profesional.

Bupati Chaidir Syam mengakui,  pihaknya juga tidak tahu tentang kegiatan tersebut. Meski demikian, bupati dua periode itu mewanti wanti kiranya kegiatan serupa tidak boleh lagi terulang, meskipun hanya bersifat hiburan internal.

“Tentunya, kita berharap agar kegiatan seperti itu tidak dilakukan lagi. Untuk mengantisipasi, seharusnya pihak setempat seperti kelurahan atau kepala desa bisa memberikan teguran,” tegasnya.

Bupati yang juga mantan keua DRD Maros itu menegaskan, pernyataannya agar kegiatan serupa tidak boleh terulang bukan hanya teguran, melainkan Pemerintah Kabupaten Maros juga telah memanggil lurah setempat untuk dimintai klarifikasi.

“Dalam kasus ini, kami telah memanggil lurah dan melakukan klarifikasi atas kegiatan tersebut. Dan kita telah menegur. Kegiatan ini tidak boleh terulang. Walaupun bentuknya hanya sesama mereka, tapi tidak boleh dilakukan,” jelasnya.

Selain bupati, Kasubsi Penmas Polres Maros, Ipda Marwan Afriady pun membenarkan kejadian tersebut berlangsung di acara pernikahan ponakan Haji Nurbagang. Pada pesta pernikahan tersebut pemilik salon perias pengantin, dihadiri oleh banyak temannya yang juga waria dan seprofesi sebagai perias.

Menurutnya, aksi fashion show itu hanyalah hiburan selingan saat jeda musik elekton, menguatkan pernyataan Haji Nurbagang tentang spontanitas acara tersebut.

Seperti diketahui, fashion show waria di Maros ini bukan kali pertama terjadi di Sulawesi Selatan.  Sebelumnya, pada November 2023, belasan waria juga tampil dalam fashion show di sebuah acara masuk rumah di Makassar yang berujung pada pembubaran karena tidak berizin dan dianggap kurang etis.

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2022 di sebuah hotel di Makassar dan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada November 2021, yang kesemuanya dibubarkan oleh aparat karena tidak memiliki izin dan menimbulkan kerumunan.

Peragaan busana waria di Bontocina, Maros, ini menuai kecaman keras dari pemuka agama di kabupaten yang diapit Kota Makassar, Kabupaten Pangkep, dan Kabupaten Bone itu.

Haji Nurbagang dalam video klarifikasinya pada Senin, 7 Juli 2025) dengan tegas membantah telah menghelat kontes atau fashion show berhadiah. “Itu bukan kontes. Kami hanya menggelar pesta pernikahan. Fashion show itu terjadi spontan, bukan direncanakan. Hanya iseng-iseng dari tamu undangan yang hadir,” jelas Haji Nurbagang. (din)

Facebook Comments Box

Baca Juga