Makassar, Pedomanku.id:
Untuk meningkatkan layanan Keluarga Berencana (KB) di kelurahan, lakukan sosialisasi dan penyuluhan rutin tentang metode kontrasepsi, sediakan akses pelayanan kesehatan reproduksi yang terjangkau dan mudah, serta bentuk kemitraan dengan berbagai pihak seperti Puskesmas, PKK, dan tokoh masyarakat. Program Kampung KB juga dapat diadopsi sebagai wadah untuk mengintegrasikan berbagai program KB dan kesejahteraan keluarga lainnya, seperti konseling dan pembinaan keluarga.
Balai Penyuluh KB Kecamatan Panakkukang bekerja sama dengan Puskesmas (PKM) Pampang melaksanakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi masyarakat Kelurahan Pampang, Senin, 14 Juli 2025.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Irwan Bangsawan memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Irwan mengakui, sinergi yang terbangun dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong tercapainya tujuan pembangunan keluarga yang berkualitas. Selain pelayanan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi pentingnya program Keluarga Berencana.
Menurutnya, masyarakat diajak untuk memahami manfaat KB tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera. Melalui program berkelanjutan ini, DPPKB Makassar berharap semakin banyak keluarga di Kelurahan Pampang yang terbantu dengan layanan KB.
Dia menambahkan, DPPKB Makassar menekankan bahwa program KB tidak hanya sebatas pengendalian kelahiran, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu, anak, serta menciptakan kesejahteraan keluarga. Dengan perencanaan keluarga yang baik, maka kualitas hidup masyarakat di tingkat kelurahan akan meningkat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) untuk memperluas akses layanan KB yang mudah dijangkau.
Pelayanan KB ini dihadirkan sebagai langkah nyata meningkatkan kesadaran pasangan usia subur dalam merencanakan keluarga. Melalui layanan yang aman, berkualitas, serta didukung tenaga kesehatan, diharapkan masyarakat dapat lebih terlindungi dalam menentukan metode kontrasepsi yang tepat sesuai kebutuhan mereka. (adi)