Makassar, Pedomanku.id:
Pemilihan Duta Genre adalah ajang tahunan untuk memilih remaja yang menjadi teladan (role model) dan agen perubahan bagi teman sebaya mereka, khususnya dalam isu-isu remaja seperti kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan pencegahan pernikahan dini, seks bebas, serta penyalahgunaan narkoba.
Proses seleksi melibatkan berbagai tahapan seperti tes tertulis, psikotes, wawancara, dan unjuk minat bakat, hingga akhirnya terpilih finalis yang akan menjadi duta di tingkat daerah, provinsi, dan nasional. Salah satunya yang digelar di Kota Makassar.
Dinas Pengendalian Pendududuk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, sukses menggelar Pemilihan Duta Genre Tingkat Kota Makassar Tahun 2025. Kegiatan yang diikuti 100 peserta, kemudian saat mengikuti karantina tersisa 50 orang peserta itu berlangsung di Hotel Aston Makassar itu berlangsung Kamis, 3 Juli 2025.
Kegiatan malam grand final, turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum, Firman Pagarra, Kepala Dinas PPKB, Irwan Bangsawan, dan Ketua DWP DPPKB Kota Makassar, Gusmi Irwan Bangsawan. Hadir pula Kepala DP3A Kota Makassar, drg.Ita Isdiana, Kabid KS DPPKB Kota makassar A.Dewi Ratna Sari, serta Perwakilan dari BKKBN Provinsi Sulsel Nathalie Debora Sidabutar.
Usai pemeriksaan berkas, menyisakan 46 peserta yang dinyatakan lulus. Mereka kemudian mengikuti Grand Final Duta Genre Tingkat Kota Makassar
Visi Misi dari Juara Duta Genre yang terpilih yaitu, khusus pria visiadalah menjadi remaja inspiratif yang aktif, produktif, dan berdaya guna dalam mendorong terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, serta siap menyongsong generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Misi yaitu, mengedukasi sesama remaja untuk memahami pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, menjadi pelopor dalam membangun lingkungan yang sehat dan terbebas dari resiko Triad KRR, berkolaborasi dengan komunitas dan instansi terkait untuk menciptakan kegiatan positif berbasis minat dan potensi remaja, serta meningkatkan literasi remaja terhadap isu-isu kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan kependudukan melalui media digital dan kampanye publik yang informatif.
Wanita dengan visinya mewujudkan ruang aman dan edukatif berbasis digital yang mampu menjembatani suara hati remaja dengan solusi nyata, agar tercipta generasi yang sehat mental, berdaya pikir, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sedangkan misinya adalah, menjadi wadah curhat terpercaya bagi remaja, di mana setiap keresahan didengar tanpa stigma, dijaga kerahasiaannya, dan ditanggapi dengan empati, mendampingi dengan pendekatan teman sebaya, agar remaja merasa lebih diterima, dipahami, dan tidak sendirian dalam menghadapi tekanan hidup.
Berpartner dengan tenaga profesional seperti psikolog dan konselor Profesional untuk membahas isu-isu yang masuk, serta memberikan arahan solutif dan bertanggung jawab. Mengubah keluhan menjadi kekuatan edukasi: setiap keresahan remaja yang masuk akan diolah bersama profesional menjadi konten edukatif yang relate, valid, dan membumi. Mendistribusikan konten lewat media sosial secara kreatif dan progresif dari ilustrasi, video, podcast, hingga infografis agar pesan sampai dengan cara yang disukai remaja. Serta, mengajak remaja menjadi agen perubahan dengan memberi ruang kolaborasi, pelatihan, dan peran aktif dalam membentuk Platform SafeTalk yang suportif dan inklusif.
Para juara lomba 1 pria-wanita Muh. Ikrimah Algifary (SMAN 5 Makassar) dan Selvia Virginia (Universitas Hasanuddin). Jura 2 putera-puteri A.Reza Nugraha dan Nurul Irawan NS (Universitas Hasanuddin). Juara 3 pria-wanita Julio Drian Tama Patulak (SMAN 5 Makassar), dan Siti Khaerina (Man 2 Makassar). (adi)