160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Irwan Bangsawan Dorong Integrasi Data CSR Terpadu

Makassar, Pedomanku.id:

Walikota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berkomitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting. Penegasan orang nomor dua di Ibukota Sulawesi Selatan itu sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Makassar, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Kota Makassar, di Ruang Rapat Sipakatau, Kantor  Balaikota, Senin, 29 September 2025.

Aksi nyata dalam upaya penurunan stunting, demikian Aliyah Mustika Ilham, bukan sekadar formalitas. Makanya, ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan, utamanya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar, termasuk kecamatan kecamatan, hingga kelurahan, dan dinas terkait, tetap semangat dalam bekerja, meski tengah terjadi mutasi besar-besaran di tingkat kelurahan.

“Harapan pemerintah Kota Makassar adalah perubahan suasana justru memunculkan semangat baru. Jangan sampai ada kelesuan kerja. Percepatan penurunan stunting adalah tugas mulia yang harus kita wujudkan secara bersama sama,” harapnya pada kegiatan yang juga dihadiri camat dan lurah se-Kota Makassar, perwakilan PKK, Kementerian Agama, Baznas, dan OPD terkait.

Dari data yang ada, khususnya tahun 2024,  jelasnya, prevalensi stunting di Makassar mencapai 22,9%, lebih tinggi dibanding target nasional sebesar 19,8% dan rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan. Meski begitu, Pemkot Makassar telah mengalokasikan Rp126 miliar melalui APBD dan menerima dukungan dari program nasional serta CSR berbagai pihak. Makanya, harus menjadi perhatian serius. TPPS harus menjadi forum yang menghadirkan solusi nyata.

Mantan anggota DPR-RI asal Partai Demokrat itu, percepatan penurunan stunting selaras dengan visi Kota Makassar yang Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan. Salah satu misinya adalah peningkatan kualitas SDM melalui gaya hidup sehat dan layanan kesehatan yang inklusif.

Karenanya, istri mantan Walikota Ilham Arief Sirajuddin ini mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk OPD, camat, lurah, serta dunia usaha, untuk bersinergi dalam intervensi stunting.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh kolaborasi semua pihak. Dengan kerja nyata, saya yakin Makassar bisa menjadi kota bebas stunting dan menjadi contoh nasional,” tambahnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar, Irwan Bangsawan, menyampaikan sejumlah program yang sedang dijalankan, di antaranya pendampingan keluarga melalui kunjungan rumah, verifikasi lapangan keluarga berisiko stunting, program Gerakan Orang Tua Asuh (Genting), edukasi pra-nikah melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan aplikasi Elsimil.

Irwan Bangsawan yang juga adalah pamong senior itu juga menyoroti pentingnya integrasi data bantuan CSR agar program lebih terkoordinasi, terutama di level kecamatan dan kelurahan. (adi)

Facebook Comments Box

Baca Juga