160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Jumat Berkah Elang Timur Indonesia

Makassar, Pedomanku,id
Ormas Elang Timur bukan sekadar nama. Elang, bagi Ormas ini adalah simbol penglihatan jauh, keberanian, dan kebebasan. Mereka ingin terbang tinggi, tapi selalu menoleh ke bawah—untuk membersamai sesama.
Sementara yang tinggal di bawah kepingin menengadah ke langit, untuk melihat bayangan elang yang terbang rendah, membawa gizi, cinta, dan pesan di Jumat yang penuh berkah.
Jumat, 26 Desember pagi ini ini misalnya, matahari pagi menyapa Kota Makassar dengan hangat. Sinarnya, menyinari lorong-lorong sempit hingga di jalanan padat. Di tengah getaran aktivitas kota yang mulai bangkit, ada satu Ormas anak anak muda yang terlebih dahulu memulai harinya dengan semangat yang berbeda. Mereka menamakan diri “Elang Timur Indonesia”– sebuah Ormas yang mengangkat sayap kebaikan, demi merangkul dan membahagiakan sesama.
Karena itulah, maka di tengah keramaian-hiruk pikuk kota, di hari Jumat yang penuh berkah ini, gerakan kecil Ormas Elang Timur adalah bukti bahwa, kebaikan tidak memerlukan sorotan, cukup ketulusan dan keberanian untuk memulai . Satu bungkus makanan, satu senyuman, satu pelukan—semua menjadi sayap yang memeluk harapan baru bagi kaum dhuafa di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliya Mustika Ilham ini.
Ormas ini menyelenggarakan gerakan kemanusiaan yang mereka sebut “Menu Bergizi untuk Sesama” . Mereka tidak sekadar membagikan menu, melainkan hadir dengan misi Mulia “menjaga gizi anak-anak, ibu hamil, dan keluarga dhuafa di tengah keterbatasan”. Ada juga pengendara Ojol, supir Petepete, dan lainnya.
Hari ini, titik distribusi mereka berada di sekitar kawasan Gunung Bawakaraeng. Jalanan padat yang juga terdapat Sekretariat DPP Elang Timur Indonesia.

Di sinilah Ormas Elang Timur menyalurkan menu yang penuh dengan aroma masakan rumahan. Nasi putih, telur rebus, dan salur —menu lengkap yang kaya protein, serat, dan vitamin. Semuanya diracik dengan hati, menggunakan bahan segar yang dibeli dari pasar tradisional.
“Kami tidak hanya ingin kaum dhuafa kenyang, tapi juga sehat. Kami kepingin memberikan sesuatu yang benar-benar bergizi, meski hanya sehari—semoga jadi awal dari kebiasaan baik,” tutur Sabda (wakil bendahara) dan Basri (anggota), serta Asrijal Syahruddin yang bestelan kaus hitam berlogo elang dengan tajam dan penuh semangat.
Tak hanya membagikan makanan, Ormas Elang Timur juga menyelingi kegiatan dengan edukasi singkat tentang pentingnya pola makan seimbang. Para penerima tersenyum, merasa dihargai dan diperhatikan.
Babda mengkui, memilih hari Jumat sebagai momen sentral penyaluran menu bergizi. Pasalnya, Jumat selain memiliki nilai spiritualitas dan momentum sosialnya, hari Jumat juga diyakini sebagai hari terbaik untuk bersedekah dan melipatgandakan pahala.
Salah seorang penerima mengaku bangga dengan kehadiran komunitas Elang Timur Indonesia. Ibu yang tinggal di rumah kontrakan kecil bersama tiga anaknya. “Anak-anak saya langsung lari begitu melihat ada pembagian menu ini dari anak anak muda Elang Timur ini. Bukan karena lapar saja, tapi karena mereka tahu, ada yang peduli, ” ujarnya. (din pattisahusiwa)

Facebook Comments Box

Baca Juga