160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Kadis PPKB Kota Makassar : RT/RW Punya Peran Penting dalam Penanganan Stunting

Makassar, Pedomanku.id:

Peran RT/RW dalam penanganan stunting sangat krusial, meliputi pendataan warga berisiko, sosialisasi dan edukasi, serta mendorong partisipasi aktif warga ke posyandu. RT/RW berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat untuk menyalurkan informasi program dan mengidentifikasi serta melaporkan kendala di lingkungan mereka, seperti kasus stunting atau kebutuhan gizi dan sanitasi. Di Makassar misalnya.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar mendorong keterlibatan Ketua RT dan RW dalam upaya pencegahan serta penurunan angka stunting di wilayahnya masing masing.

Kepala DPPKB Makassar, Irwan Bangsawan, pada Ahad, 10 September 2025 mengemukakan, RT dan RW merupakan struktur pemerintahan paling dekat dengan masyarakat, sehingga memiliki peran penting dalam mengidentifikasi dan mendampingi keluarga berisiko stunting.

Irwan Bangsawan mengakui, selama ini pihaknya melibatkan RT/RW untuk membantu dalam proses identifikasi anak atau keluarga berisiko stunting. Malah, RT/RW dapat bekerja sama dengan penyuluh KB di tingkat kelurahan untuk mendata ibu hamil, memantau tumbuh kembang anak, serta mendukung program sosialisasi pencegahan stunting.

Menurutnya, sejumlah bentuk dukungan yang diharapkan antara lain adalah edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi, serta menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan. Sebeut saja, ketika para RT dan RW itu mengajak warga membawa anaknya ke posyandu agar bisa segera diintervensi bila ada indikasi stunting.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, Irwan Bangsawan melihat, selama tiga bulan terakhir, angka stunting di Kota Makassar mengalami penurunan. “Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), jumlah kasus stunting per Desember 2024 tercatat sebanyak 3.049 anak, dan pada  Maret 2025, angka tersebut turun menjadi 2.685 anak. Dengan demikian, sebanyak 364 anak berhasil keluar dari kategori stunting dalam kurun waktu tersebut,” tutupnya. (adi)

Facebook Comments Box

Baca Juga