160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Kepala Desa se- Maros Retret Orientasi Kepemimpinan

Maros, Pedomanku.id:

Retret Orientasi Kepemimpinan Kepala Desa adalah pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas para kepala desa, terutama yang baru menjabat atau akan menjabat, melalui materi seperti wawasan kebangsaan, etika birokrasi, pencegahan korupsi, dan keterampilan teknis seperti public speaking dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), serta pelatihan lapangan dan kekompakan.

Tujuannya adalah menciptakan pemimpin desa yang cakap secara administratif, tangguh secara moral dan etis, serta memiliki mental yang diperbarui untuk menghadapi tantangan modern dalam pembangunan desa. Di Maros misalnya.

Kepala kepala desa se-Kabupaten Maros mengikuti kegiatan retret orientasi kepemimpinan yang digelar di Markas Brigif 3/Kostrad Kariango Maros, pada 21 Agustus 2025. Kegiatan itu dihadiri Bupati Maros, Wakil Bupati Maros, Kapolres Kab.Maros, Danramil Kec.Mandai, serta kepala kepala desa se-Kabupaten Maros .

Tema yang diangkat dalam Retret itu adalah, “Dari Desa untuk Indonesia” dan bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para kepala desa dalam memajukan desa masing-masing. Retret ini diisi dengan berbagai materi, antara lain tentang manajemen pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa, perencanaan pembangunan desa, serta kepemimpinan yang efektif dan partisipatif.

Peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala desa menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berkontribusi pada kemajuan Indonesia. Dengan semangat “Dari Desa untuk Indonesia”, diharapkan desa-desa di Kabupaten Maros dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

Disamping itu, kepala kepala desa juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam membangun desa. Pelaksanaan retret di lingkungan yang tenang dan asri di markas Brigif 3/ Kostrad Kariango Maros dapat memberikan suasana kondusif bagi para peserta untuk fokus dalam mengikuti kegiatan.

Metode pembelajaran yang interaktif dan partisipatif juga diterapkan untuk memaksimalkan penyerapan materi. Diharapkan melalui kegiatan ini, para kepala desa dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan wawasan baru yang dapat diimplementasikan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. (din)

Facebook Comments Box

Baca Juga