Makassar, Pedomanku.id:
Mentari pagi di Kota Makassar, Ahad, 9 November pagi ini mendung. Akibatnya hujan pun turun deras. Meski demikian, hujan di kota yang kini dipimpin H.Munafri Arifuddin dan Hj.Aliyah Mustika Ilham ini tidak bertahan lama. Hanya sekejap. Pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ibukota Sulawesi Selatan ke-418 tahun pun terlaksana dengan penuh hikmad.
Dari begitu banyak pejabat penting yang hadir pada acara yang berlangsung di Tribun Lapangan Karebosi, terlihat pula Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H. Ashar Tamanggong.
Ketua lembaga amil terpercaya dan amanah ini duduk di barisan undangan terhormat. Tak jauh dari H.Ashar Tamanggong terlihat pula Mantan Sekretaris Kota (Sekot) Makassar, Ibrahim Saleh.
Mengenakan stelan baju berciri khas Bugis-Makassar dalam balutan rapih, ATM—sapaan akrab terlihat begitu sumringah. Matanya menyapu wajah-wajah di keramaian, di antara para tetamu yang mengikuti peringatan yang khidmat.
“Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar ke-418 tahun tahun ini membuat kita semua yang hadir di sini merasakan kebahagiaan dan memiliki harapan,” ujarnya.
Di sela sela peringatan HUT Kota Daeng ini, sesekali melintas, kekayaan tradisi Bugis-Makassar yang memukau, sekaligus merasakan denyut nadi sejarah kota ini, sambil memikirkan kenangan bagaimana para raja dan pejuang masa lalu membangun fondasi dengan keberanian dan visi kota ini yang lebih baik ke depannya.
Kaitannya dengan lembaga yang dipimpinnya bersama empat rekannya sesama pimpinan BAZNAS Makassar, H.Ashar Tamanggong berharap, Pemkot Makassar bersama seluruh jajarannya, terus berkolaborasi dengan BAZNAS Kota Makassar untuk membangun fondasi sosial yang kokoh, dengan kepedulian dan solidaritas sosial.
Solidaritas sosial yang dimaksud ATM adalah, kekuatan lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini Kota Makassar ini dapat merangkul dan mengangkat kaum dhuafa dan mereka yang paling rentan.
“Kita mengharapkan terlihat wajah-wajah ceria dari keluarga dhuafa. Makanya, BAZNAS Makassar selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar kaum dhuafa, tentunya setelah dilakukan asesmen yang akurat,” tutur ATM.
Untuk itu, dai kondang kelahiran Takalar yang menyelesaikan doktornya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu mengakui, di bawah kepemimpinannya bersama empat rekan rekan komisioner dan seluruh jajaran staf amil pelaksana telah menginisiasi berbagai program pemberdayaan, bantuan modal usaha mikro, beasiswa pendidikan hingga program kesehatan.
Sebelum menutup komentarnya, ATM mengaku, di HUT ke-418 tahun Kota Makassar dirinya merasa semangatnya terbarukan.
“Hari Jadi Makassar ini sebagai pengingat. Pengingat akan potensi luar biasa kota ini, dan juga pengingat akan tanggung jawab sosial yang harus terus diemban. Makanya, BAZNAS Kota Makassar selalu berada di garda terdepan, sekaligus menjadi motor penggerak kebaikan di setiap lini kehidupan,” tutup ATM. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)