160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Ketua BAZNAS Hadiri Pembinaan Mubaligh di IMMIM

Makassar, Pedomanku,id:
Pembinaan Mubaligh tidak semata metoda berorasi, atau berdakwah, melainkan merupakan laboratorium spiritual, sosial, dan teknologi yang dirancang, guna menyiapkan para da’i muda menghadapi tantangan modern saat ini.
Pasalnya, di era moderen saat ini, di mana informasi mengalir secepat cahaya, maka dakwah harus mampu beradaptasi, dan menggabungkan nilai‑nilai Qur’an‑Syariah dengan bahasa digital yang dimengerti generasi milenial dan Gen‑Z.
Untuk itulah, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar “Pembinaan Muballigh tahun 2026 di Gedung Islamic Center IMMIM, mulai Senin, 9 Pebruari 2026. Kegiatan bertemakan ‘Mubaligh sebagai mitra strategis yang unggul, aman, inklusif dan berkelanjutan” itu dibuka Walikota Makassar, diwakili Kabag Kesra Kota Makassar, Muh.Syarief.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong di sela sela kegiatan yang diikuti sekitar 600 mubaligh se Kota Makassar—yang dibagi dalam beberapa kelompok itu mengemukakan, kegiatan bertujuan memperkuat kapasitas peserta dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang bermakna, termasuk didalamnya terkait zakat, infaq, dan shadaqah.
Menurutnya, langkah strategis yang dilakukan Pemkot Makassar dalam kegiatan Pembinaan Mubaligh menjelang bulan Ramadhan kali ini setidaknya untuk memastikan umat Islam menerima arahan spiritual yang bermanfaat dan beretika.
“Sebab, kita ketahui bersama bahwa, Ramadhan itu tidak hanya tentang puasa, dan shalat tarawih, tetapi juga momen untuk menumbuhkan kesadaran zakat sebagai alat keadilan sosial. Bahkan, BAZNAS menekankan, peran zakat sebagai instrument perubahan sosial. Karena itu, para mubaligh paling tidak mampu menginspirasi masyarakat muslim untuk mengeluarkan zakat tidak hanya sebagai kewajiban, tapi juga investasi kebaikan,” harap ATM—sapaan akrabnya.
Sementara itu saat membacakan sambutan Walikota Makassar, Muh.Syarief mengemukakan, peran para mubaligh bukan saja penting, tetapi strategis. Mubaligh juga bukan sekadar penyampai ceramah, melainkan pemersatu bangsa, serta teladan, dan bersosial.
Pembinaan mubaligh, merupakan komitmen Pemkot Makassar, dalam meningkatakan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Makanya, para Mubaligh perlu dibekali dengan pemahaman dakwah yang moderat, dan rahmatan lil alamin.
Di sisi lain, Mubaligh juga setidaknya memiliki komunikasi publik yang efektif, punya toleransi, dan kecakapan, tanggungjawab, hingga persoalan ummat di erah digital, dan sosial media yang sangat berkembang saat ini.
“ Kita menyadari bahwa, tantangan dakwah saat ini adalah semakin kompleks terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan moral, sehingga membutuhkan informasi yang begitu cepat. Dengan demikian, para mubaligh harus terus belajar beradaftasi dan meningkatkan terdahap peran dakwah yang mencerahkan dan membangun,” harapnya.
Di bagian lain, Muh.Syarief juga mengemukakan, pembekalan kepada Mubaligh juga tidak sekadar kegiatan serimonial, tetapi menjadi penguatan kapasitas, bertukar pengalaman, serta menyapaikan visi dakwah di Kota Makassar.
“Para Mubaligh bisa menyampaikan pesan pesan Islami yang menyejukkan, menolak ujaran kebencian dan profokasi, menguatkan ukhuwah Islamiyah, (sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (sesama bangsa), dan ukhuwah basyariyah/insaniah (sesama manusia). Serta meneguhkan gerakan cinta tanah air,” ujarnya. . (din pattishusiwa/tiom media baznas kota makassar)

Facebook Comments Box

Baca Juga