160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Mahasiswa KKN Kebangsaan ITSNU Pekalongan Beri Terobosan Digitalisasi Branding Desa Wisata Istana Karst

Maros, Pedomanku.id:

Inovasi dalam memajukan potensi wisata lokal dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pemanfaatan teknologi digital, pengembangan produk wisata yang unik, pemberdayaan masyarakat lokal, dan peningkatan kualitas infrastruktur serta layanan. Di Maros salah satunya.

Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, melakukan terobosan inovatif dalam memajukan potensi wisata local. Dalam melakukan inovatifnya, mahasiswa KKN mengusung tema Digitalisasi Branding untuk Desa Wisata Istana Karst Botolempangan, Kabupaten Maros.

Salah satu langkah strategis yang mereka tempuh adalah memanfaatkan platform digital Traveloka sebagai media promosi dan integrasi informasi wisata.

Kegiatan KKN ini merupakan bagian dari program KKN Kebangsaan yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, bertujuan untuk membangun semangat kolaborasi antar mahasiswa lintas daerah serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Mahasiswa KKN kemudian mengidentifikasi bahwa, potensi alam dan budaya di kawasan Botolempangan, khususnya di sekitar area Istana Karst yang masih masuk dalam gugusan kawasan Geopark Maros-Pangkep, sangat layak untuk dipromosikan ke tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah langkah strategis yang dilakukan tim KKN di antaranya, membuat akun profil destinasi Istana Karst Botolempangan di Traveloka Xperience, menyusun narasi destinasi wisata yang informatif dan menarik, melakukan pemotretan dan pembuatan video promosi profesional, melatih pengelola desa wisata dalam manajemen reservasi digital, hingga menyediakan informasi harga paket, rute, dan fasilitas yang bisa diakses calon wisatawan secara real time.

Melihat inovasi yang dilakuan mahasiswa KKN ITSNU itulah, Kepala Desa Botolempangan, menyatakan keterlibatan mahasiswa tidak hanya membantu promosi desa, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya transformasi digital dalam sektor pariwisata.

“Tentunya, apa yang dilakukan adik adik mahaisswa KKN dari kampus ITSNU Pekalongan ini dapat memberoikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Kami bmeras abersyukur, lantaran mahaiswa KKN ISTNUPekalongan ini membawa semangat dan ide-ide baru, terutama dalam pemanfaatan platform digital seperti Traveloka. Ini jadi peluang besar bagi kami untuk menjangkau wisatawan lebih luas,” jelasnya.

Seperti diketahui, dengan adanya upaya digitalisasi ini, diharapkan Desa Botolempangan tidak hanya menjadi tujuan wisata lokal, tetapi juga bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional. Terlebih, kawasan Istana Karst termasuk dalam warisan geologi dunia yang memiliki daya tarik luar biasa.

Program ini juga didukung oleh pemerintah daerah Kabupaten Maros yang tengah gencar mengembangkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi baru pasca pandemi. Digitalisasi branding yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini menjadi salah satu contoh sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam membangun desa wisata berbasis teknologi dan budaya lokal. (din)

Facebook Comments Box

Baca Juga