Makassar, Pedomanku,id:
Langit Makassar, Rabu siang tadi kelabu. Awan tebal menumpuk. Hujan pun turun bukan gerimis, tapi lebat disertai angin kencang. Hujan seakan ingin membersihkan segala debu kesedihan dari Ibukota Sulawesi Selatan, Makassar ini.
Di tengah guyuran yang tak kenal lelah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar tetap bergerak. Mereka membawa bantuan bulanan kepada mustahik yang sudah terdata.
Staf Amil BAZNAS Makassar, ditemani dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang sementara melakukan studi PPL di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini itu, masing masing Andi Ella Amelia dan Saskia Indah Putri Hasan menyerahkan bantuan berupa beras, terigu, minyak goreng, mie dan lainnya. Bantuan bulanan bagi lebih 150 penerima itu juga terdapat uang tunai Rp300.000.
Usai menyerahkan bantuan bulanan, baik Andi Ella Amelia dan Saskia Indah Putri Hasan mengaku bangga dengan kerja kerja BAZNAS Kota Makassar. Kepedulian BAZNAS bukanlah sesuatu yang menunggu cuaca mendukung. Itu lantaran, BAZNAS lahir dari tekad, memberi saat dibutuhkan, bukan saat nyaman.
“Tentunya, kami bangga akan tugas tugas keummatan yang dijalani BAZNAS Kota Makassar. Kami juga turut serta bersama kakak kakak di BAZNAS Makassar ini menyalurkan bantuan kepada para mustahik yang tersebar di kecamatan kecamatan yang ada di Kota Makassar ini,” jelas Ella Amelia, yang juga diiyakian Saskia Indah Putri Hasan.
Kedua mahasiswa angkatan 2023 itu mengemukakan, momen penyaluran bantuan kepada mustahik yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan pemandangan yang mengundang decak kagum dan refleksi mendalam dari penerima yang kebanyakan sudah termakan usia.
Saskia menambahkan, dirinya menyaksikan langsung bagaimana BAZNAS, sebagai lembaga yang diamanahi umat, bergerak menyalurkan paket sembako kepada mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini, sebagai penanda kekaguman tersendiri yang tumbuh di hati.
Bukan kekaguman yang bersifat remeh, melainkan kekaguman yang tertanam pada pemahaman ajaran agama tentang pentingnya berbagi, bagaimana berkeadilan sosial, dan tanggung jawab kolektif yang dijalani lembaga amil terpercaya dan amanah ini.
“Tentunya, kami yang ber-PPL di BAZNAS ini merasa kagum. Ini bukan berarti pujian kepada BAZNAS Makassar, melainkan kenyataan, dimana lembaga ini terus berbuat kebaikan, memperkuat semangat solidaritas, dan mewujudkan ummat yang lebih adil dan sejahtera, sejalan dengan cita-cita luhur yang selalu digaungkan lembaga pendidikan Islam seperti UIN Alauddin Makassar,” jelas Saskia seraya menambahkan, setiap paket bantuan diserahkan dengan tangan penuh kasih, setiap kalimat penyemangat disertai doa diucapkan dari hati. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)