Maros, Pedomanku.id;
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, menargetkan 24 dapur SPPG untuk pemenuhan Program MBG beroperasi tahun 2025.
Bupati Maros, Chaidir Syam, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-6 di Kabupaten Maros di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Senin, 18 Agustus 2025. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Maros dalam memperkuat layanan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
SPPG Gizi merupakan dapur umum yang didirikan untuk menyediakan dan mendistribusikan makanan bergizi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). Tujuannya adalah meningkatkan status gizi, mencegah kekurangan gizi, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkab Maros salah satunya.
SPPG merupakan dapur umum yang memproduksi makanan bergizi dengan standar terukur dan distribusi tepat sasaran. Layanan ini menyasar balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia sekolah untuk memastikan kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi secara optimal.
Keberadaan SPPG Bontoa Mandai diharapkan menjadi langkah konkret Pemkab Maros dalam menekan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Fasilitas ini juga diproyeksikan sebagai pusat layanan gizi terpadu yang mudah diakses warga.
Acara peresmian turut dihadiri Wakil Bupati Maros, Ketua DPRD Maros, Dandim 1422 Maros, Plt Kepala Dinas DP3ADALDUK-KB, Camat Mandai, dan Lurah Bontoa. Kehadiran unsur Forkopimda dan pimpinan daerah menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap program pemenuhan gizi masyarakat.
Bupati Chaidir menegaskan bahwa SPPG merupakan program strategis daerah yang akan terus dikembangkan dan dievaluasi. “Standar pelayanan SPPG akan terus kami tingkatkan agar ke depan dapat memberikan layanan yang lebih baik. Kita berharap, dari sinilah lahir generasi sehat dan cerdas,” jelasnya.
Bupati dua perdioe itu menekankan pentingnya perhatian terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang rentan mengalami kekurangan nutrisi. “Kita ingin memastikan tidak ada lagi balita atau ibu hamil yang kekurangan asupan gizi. SPPG bukan sekadar dapur umum, tapi solusi nyata untuk pemenuhan nutrisi masyarakat,” tutupnya. (din)