160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Puluhan Ribu Warga Maros Krisis Air Bersih

Maros Pedomanku,id:

Krisis air bersih merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan antara ketersediaan air bersih dan permintaan air bersih. Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Selain itu, krisis air merupakan permasalahan lingkungan yang dialami oleh banyak daerah. Maros Salah satunya.

Setidaknya terdapat 21.139 jiwa di Kabupaten Maros, terdampak krisis air bersih.  Pernyataan tersebut dikemukakan Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, pada Selasa, 1 Oktober 2024. Saat ini, kKekeringan sudah melanda empat kecamatan di daerah pesisir. Masing masing, Lau, Marusu, Bontoa, dan Maros Baru.

Guna mengantisipasi hal tersebut, jelas Nasrul, saat ini pihaknya telah menyalurkan 120 tangki air bersih. Masing masing, Kecamatan Lau 8 tangki dan Kecamatan Maros baru 24 tangki, serta Kecamatan Bontoa 88 tangki. Keseluruhan yang tersalur mencapai 600.000 liter.

Penyaluran akan di lakukan di satu titik yang dekat dengan pemukiman warga. Kemudian warga bisa membawa wadah masing-masing untuk menampung air dari tangki. “Sekadar diketahui, setiap harinya kami salurkan 30.000 liter menggunakan truk tangki kapasitas 5.000 liter,” tuturnya, Selasa 1 Oktober  2024.

Menurutnya, sebenarnya pihaknya kepingin setiap harinya menyalurkan air bersih ke empat kecamatan tersebut, hanya saja, sesekali dihadapi hambatan. Misalnya saja, akses ke kecamatan yang cukup jauh, hingga antrean bahan bakar minyak, atau BBM.

“Perlu diketahui juga bahwa, salah satu hambatan jarak dari titik pengambilan air ke lokasi cukup jauh, sehingga pemakaian BBM tinggi. Banyak juga mobil tangki yang menjual air yang mngambil air di sumber air tersebut, sehingga kami juga harus antre. Bukan hanya itu, kami hanya punya Rp30 juta dari anggaran tahunan BPBD, padahal kemarau masih terdampak sampai saat ini,” tutup Nasrul. (wis)

Facebook Comments Box

Baca Juga