Makassar, Pedomanku,id:
Ramadhan tinggal menghitung hari. Bulan penuh berkah ini tidak sekadar melatih dan mengendalikan diri dari hawa nafsu semata, melainkan meningkatkan ketakwaan dan kekuatan spiritual, sekaligus membersihkan jiwa, dan memohon ampunan melalui ibadah dan refleksi diri.
Keunggulan di bulan suci inilah, maka, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas Elang Timur Indonesia membentuk Panitia Amaliah Ramadhan, Selasa, 10 Pebruari 2026. Ketua panitia dipercayakan kepada Sabda.
Pembentukan panitia Ramadhan, seperti dituturkan Ketua Umum DPP Elang Timur Indonesia, Imran, sebagai wujud kepedulian dan pengabdian Ormas yang digagas pertengahan tahun lalu itu kepada masyarakat.
Imran mengemukakan, pembentukan panitia amaliyah Ramadhan bukan sekadar formalitas administrative semata, melainkan sebagai wujud nyata bahwa, ibadah dalam sebuah organisasi harus terstruktur, terarah, dan bersinergi.
Sarjana Ekonomi Universitas Veteran-RI itu mengakui, Ormas bertagline “solid, tajam, dan tangguh” ini juga memanfaatkan bulan Ramdahan guna memperkuat dan meneguhkan kembali ibadah, mengatur jadwal buka puasa dan terawih bersama, serta menjadi napas secara kolektif yang menghidupkan nilai nilai Islam.
Di sisi lain, jelasnya, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan adalah laboratorium spiritual. Artinya, bulan di mana iman diuji, karakter dibentuk, dan solidaritas teruji.
“Bagi kita semua di Elang Timur Indonesia ini, dengan menata diri menjadi bagian dari kepanitiaan amaliyah Ramadhan yang terorganisir, tentunya kita tidak hanya menambah poin “kegiatan” pada agenda organisasi ini, melainkan menuliskan kisah, bagaimana para pengurus dan kader Elang Timur Indonesia menyatu dalam ibadah, sehingga akan dikenang lama selepas cahaya bulan puasa berlalu,” ujarnya.
Pernyataan senada diikemukakan Sekretaris DPP Elang Timur Indonesia, Rusli. Pria asal Kecamatan Kepulauan Sangkarang itu menambahkan, dalam kerangka penguatan identitas sebuah Ormas—Elang Timur misalnya, maka setiap kegiatan selalu menonjolkan nilai Elang Timur, di antaranya keberanian, integritas, dan kepedulian antar sesama.
“Jika semua aturan berjalan dengan baik, tentunya seluruh pengurus, maupun kader merasa memiliki, meningkatkan setialitas, hingga memperluas jaringan social,” tuturnya, seraya menambahkan, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan menjadi laboratorium spiritual, di mana iman diuji, karakter dibentuk, dan solidaritas teruji.
Sementara itu, Sabda mengemukakan, sejumlah agenda penting yang dilaksanakan kepanitiaan yang dipimpinnya di antaranya bagi bagi takjil, dan buka puasa bersama di Sekretariat DPP Elang Timur Indonesia, Jalan Andi Djemma.
Sabda menambahkan, berbagi takjil saat Ramadan adalah amalan begitu MULIA. Karena dengan membagi makanan dan minuman sederhana di pinggir jalan kepada pejalan kaki, pengendara, atau kaum dhuafa yang berpuasa mendatangkan pahala besar (setara pahala orang berpuasa). (din pattisahusiwa)