Makasaar, Pedomanku.id:
Percepatan seringkali mengalahkan kedalaman, dan viralitas kerap mengharuskan verifikasi. Disinilah dinamika jurnalisme yang berkembang di era berkemajuan saat ini. Meski demikian, pewarta harus jeli melihat sekaligus memiliki kemampuan luar biasa yang jarang dipunyai orang lain.
Di tengah hiruk-pikuk jurnalisme itulah, para jurnalis yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), khususnya di Sulawesi Selatan harus menunjukkan identitas, dan komitmennya terhadap masa depan jurnalisme yang bertanggung jawab. Yaitu jurnalisme yang tidak melepaskan dan tidak boleh melupakan nilia nilai etika.
Itu artinya, meski hidup dan kehidupan di era di mana informasi bergerak seirama kecepatan cahaya, dan meski dalam hitungan detik informasi dapat melintasi batas geografis dan budaya, namun para jurnalis SMSI tetap membangun kepercayaan publik atas berita yang dipublis.
Untuk itu, SMSI Sulawesi Selatan Rabu, 10 September 2025 hari ini menggelar Musyawarah Provinsi, atau Musprov bertempat di Hotel Liberta, atau eks Hotel Grand Sayang, Jalan Manunggal 22 Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Musprov yang mengusung tema sentral “’Transformasi Media Siber Menuju Jurnalisme Berkualitas di Era Digital” itu dihadiri seluruh pengurus dan anggota SMSI.
Tentunya, tema ini selain tidak hanya relevan dengan kondisi kekenian, dan krusial yang begitu mendalam, serta tidak sekadar arena mendiskusikan bagaimana membangun kepercayaan, sekaligus SMSI dapat menjawab tantangan, melainkan sebuah panggilan guna memikirkan kembali esensi dan tujuan media di era digital, dengan kompas moral dan etika yang bersumber tatanan nilai-nilai spiritual.
Salah satu agenda yang menyejarah dalam Musprov kali ini juga adalah, memilih Ketua SMSI Provinsi Sulawesi Selatan. Saat ini, SMSI dipimpin Anwar Sanusi sebagai Pelaksana tugas, dan Mappiar HS sebagai sekretaris.
Sekrataris SMSI pusat, Makali Kumar SH MH memimpin sidang Musprov, sekaligus membacakan sarat dan kriteria.
Menyoal siapa yang pantas dan layak memimpin SMSI lima tahun ke depan, peserta Musprov mengusulkan lima nama beken yang siap bertarung. Yaitu, Mappiar HS, Anwar Sanusi, Ikhsan, Nur Syahrir, serta Elin. Kelima pigur calon ketua ini sama sama menaruh harapan besar atas majunya lembaga jurnalistik yang satu ini.
Mereka memiliki keahlian memanej. Mereka tidak hanya cakap dalam manajerial, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa kepemimpinan yang kuat, dan komitmen tak tergoyahkan untuk kemajuan dunia jurnalistik, bukan saja lokal Sulawesi Selatan, melainkan menasional.
Di sisi lian, kelima pigur ini juga telah mengantongi berbagai program prioritas, mulai dari peningkatan kapasitas SDM media, penguatan jaringan kemitraan, dan lainnya.
Meski sama sama menyatakan siap bertarung, namun tidak nampak aura ketegangan di antara mereka. Pasalnya, Musprov SMSI bukan semata perebutan jabatan ketua masa hikmad 2025-2030, melainkan menjadi ajang silaturahmi, termasuk membangun komitmen yang kuat dalam memajukan SMSI, memanej, dan menentukan arah yang baik bagi ratusan media siber yang ada di Selatan Pulau Sulawesi ini.
Anwar Sanusi misalnya menegaskan, dengan bekal pengalaman dan pemahaman mendalam tentang dinamika media digital, tentunya siap memimpin organisasi penting ini.
Tak kalah dengan Anwar Sanusi, Mappiar, maupun Ikhsan sama sama mengatakan, bakal menjadikan Musprov bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan ajang adu gagasan dan visi cemerlang yang akan menentukan arah masa depan media siber di provinsi yang dipimpin Andi Sudirman, dan Fatmawati Rusdi ini.
“Yang pasti, Musprov SMSI ini bukanlah perebutan kekuasaan kursi ketua semata. Melainkan ini adalah kontestasi gagasan, adu strategi, dan pertarungan visi misi tentang bagaimana SMSI Sulsel harus berjalan dengan baik di Sulawesi Selatan ini,” tutur Mappiar.
Mantan Pimpinan Redaksi Harian Ujungpandang Ekpres ini menambahkan, setiap pengurus SMSI Sulawesi Selatan memiliki kesempatan maju sebagai calon ketua. Apalagi, para jurnalis yang tergabung SMSI ini tentunya memiliki beragam latar belakang dan pengalaman di bidang jurnalistik.
Meski Musprov nanti akan menjadi panggung bagi kandidat, namun solusi terakhir yang diharapkan adalah musyawarah mufakat. Apalagi, Musprov nantinya juga dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) SMSI Makali Kumar,SH,MH, dan Wakil Ketua Umum Bidang Media Siber dan Digital Ilona Juwita. (din pattisahusiwa)