160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Sertijab di DPRD, Saatnya Warga Makassar Nikmati Program Gratis Appi-Aliyah

Makassar, Pedomanku,id:

Proses serah terima jabatan (Sertijab) adalah penyerahan dan penerimaan jabatan, tanggung jawab, dan wewenang dari pejabat lama kepada pejabat baru dalam suatu organisasi. Proses ini umumnya melibatkan berbagai tahap, seperti penandatanganan berita acara, pengambilan sumpah, dan penyampaian sambutan. Sebut saja, Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Makassar.

Pasangan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham diserahterimakan dari pejabat lama Walikoma Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto. Serah terima ini di tengah tengah paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Senin, 3 Maret 2025.

Paripruna yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Makassar, Jalan  AP Pettarani tiu diawali prosesi serah-terima jabatan. Sertijab ini juga disaksikan Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi.

Usai Sertijab, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan, sebagai pemimpin baru  bersama Aliyah Mustika Ilham, akan melakukan berbagai program  yang tentunya bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Walikota yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Makassar itu mengemukakan, pembangunan berkelanjutan dan terintegrasi bagi Kota Makassar liam tahun ke depan,  menjadi perhatian dan prioritas utama dengan keselarasan prioritas dan target Nasional yang nantinya akan menjadi agenda besar pembangunan.

Penyampaian Visi besar pasangan berakronim MULIA—atau sebutan untuk Munafri-Aliyah di forum Paripurna merupakan gambaran dan cita-cita MULIA tentang Kota Makassar dalam kurun waktu 2025-2030.

Munafri melihat, visi MULIA” yakni, Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan. Visi ini kemudian diterjemahkan dalam 4 Pilar Pembangunan. Pertama, “Pilar unggul” menunjukkan komitmen MULIA, menjadikan Makassar sebagai kota yang maju dalam beberapa aspek, seperti pendidikan, ekonomi, infrastruktur, dan layanan publik.

Kedua, “Pilar Inklusif. Pilar ini menggambarkan upaya MULIA, memastikan bahwa semua lapisan masyarakat terlibat dan mendapat manfaat dari pembangunan kota Makassar dengan upaya penciptaan kesempatan yang setara bagi semua warga, mengurangi ketimpangan sosial.

Ketiga, “Pilar Aman. Pilar ini menggambarkan bahwa MULIA berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk seluruh masyarakat. Dan keempat, “Pilar Berkelanjuta. Pilar ini menunjukkan komitmen MULIA terhadap prinsip pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan penggunaan sumber daya secara efisien.

Melalui paripurna itu juga Munafri menegaskan, dalam melaksanakan Misi tersebut, berjanji mendesain program unggulan yang dirumuskan dalam aspek sosial dan ekonomi, program unggulan tersebut dapat menyentuh langsung kepada masyarakat yang memiliki impact sosial dan ekonomi berupa.

Tujuh program unggulan MULIA. Pertama, Gratis Seragam Sekolah. Kedua, Gratis luran Sampah. Ketiga, Gratis Pemasangan Instalasi Air Bersih. Keempat, Pembangunan Stadion Bertaraf Internasional. Kelima, Mulia Berjasa (Berbagi Jaminan Sosial). Keenam, Mulia Super Apps. Ketuju, Mulia Creative Hub di Setiap Kecamatan.

Tahun 2025 merupakan tahun yang penting bagi Pemerintah Daerah tak terkecuali Pemerintah Kota Makassar, dimana tahun ini merupakan tahun pertama dalam periodesasi dokumen perencanaan pembangunan jangka panjang Tahun 2025 – 2029.

Dengan fokus utama kebijakan konsolidasi penguatan landasan transformasi yang mana arah kebijakan tersebut memuat tujuan yaitu. Transformasi Sosial, Transformasi Ekonomi, Transformasi Tata Kelola.

Kemudian, memantapkan Ketentraman dan Ketertiban Umum Yang Tangguh, Demokrasi Substansial, dan Stabilitas Ekonomi Makro Daerah, Ketahanan sosial budaya dan ekologi, Pembangunan kewilayahan yang didukung sarana prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan dan Kesinambungan Pembangunan.

“Visi ini mencerminkan tekad untuk menjadikan Makassar, sebagai kota MULIA yang berkembang pesat namun tetap memperhatikan kesejahteraan warganya, keberagaman, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan yang harmoni,” jelasnya.

Merujuk pada konteks diatas. Maka Visi besar MULIA kemudian dirumuskan kedalam Misi dengan mengurai upaya-upaya yang harus dilakukan sebagai agenda prioritas Pembangunan Daerah. Adapun 7 (tujuh) Misi yaitu.

Pertama, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja dam kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir pulau. Kedua, meningkatkan kualitas layanan dasar bidang pendidikan dan kesehatan secara merata. Ketiga, mewujudkan pembangunan infrastruktur dan tata ruang kota yang berkeadilan dan ramah lingkungan.

Keempat, mengembangkan pusat inovasi dan seni budaya serta pariwisata. Kelima, Mewujudkan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih dan berdaya saing. Keenam, Meningkatkan akses pelayanan dan perlindungan perempuan, anak dan penyandang disabilitas serta pembangunan kepemudaan. Dan, ketujuh, menegakkan ketertiban umum dan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana. (ozan)

Facebook Comments Box

Baca Juga