Takalar, Pedomanku.id:
Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Fathurrahman, mengatakan, pengenalan/sosialisasi zakat dan wakaf pendidikan di sekolah, diharapkan dapat membentuk karakter anak didik.
Hal ini dikatakan saat membuka Sosialisasi Pembangunan School Religious Culture, Zakat dan Wakaf Pendidikan, di Kantor PLHUT Kemenag Kabupaten Takalar, Sabtu, 12 Juli 2025.
Kabid menyebut perlunya nilai-nilai agama di sekolah diwujudkan, dengan jalan menyadarkan siswa untuk berzakat, bersedekah, berinfak, dan berwakaf.
“Penyadaran bahwa zakat dan wakaf, tidak hanya merupakan bagian dari ibadah sosial, tapi menjadi instrumen penting membentuk karakter anak didik sejak dini, mulai dari Tk hingga SMA,” jelasnya.
Dia berharap, program yang digagas Kemenag RI, melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam, dapat mendorong terwujudnya nilai-nilai agama dan karakter siswa.
Saat ini, kata Kabid, Kemenag melalui Bidang PAIS, terus melakukan sosialisasi zakat dan wakat dalam konteks pendidikan, serta merancang strategi pembelajaran melalui penanaman nilai-nilai zakat dan wakaf.
Kompetensi guru
Kabid PAIS, Fathurrahman juga menyampaikan, pihaknya terus mendorong upaya peningkatan kompetensi guru-guru PAI dengan mengintensipkan program pendidikan profesi guru (PPG) dengan bekerja sama beberapa LPTK perguruan tinggi keagamaan.
“Ke depan kita berharap semua guru PAI mengikuti program PPG, untuk mendapatkan sertifikat pendidik,” harap Kabid.
Sementara menyangkut peningkatan kesejahteraan guru, Kemenag juga berupaya melakukan hal itu, baik kepada guru ASN maupun non ASN.
Dan yang terbaru dan menjadi kabar gembira bagi guru agama, adalah adanya kenaikan tunjangan guru non ASN dari Rp.1.500.000 menjadi Rp.2.000.000. Dan rapelan kenaikan juga akan dibayarkan mulai bulan berjalan.
“Pembayarannya akan dilakukan menyusul terbitnya PMA No. 4 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian TPG Bukan Pegawai ASN pada Kementerian Agama, yang disusul dengan KMA No. 646 Tahun 2025 tentang TPG Bukan Pegawai ASN.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Takalar, H. Solihin, yang hadir pada acara ini mengatakan, dalam rangka mempercepat realisasi progran zakat dan wakaf pendidikan di sekolah, Pemda Takalar akan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Direktorat PAI.
“Sebelumnya telah diadakan pertemuan dengan Pemda Takalar membahas masalah ini,” sebut Solihin.
Untuk wakaf, lanjut dia, saat ini guru guru di Takalar sudah berwakaf uang, yang langsung disetorkan ke BWI Pusat, pihak Kemenag Takalar berharap hal ini terus diintensipkan, termasuk sosialisasi ke orang tua siswa.
Untuk PPG PAI di Takalar, Kakan Kemenag mengatakan, telah berjalan dan bekerja sama dengan UIN Madura.
Ketua Tim Kerja PAUD/TK dan Pengawas, Hj. Hajerah melaporkan, kegiatan bertema ‘Pembudayaan Zakat dan Wakaf Pendidikan bagi Siswa dan Siswi pada Sekolah.
Bertujuan meningkatkan pemahamah guru tentang pentingnya zakat dan wakaf dalam konteks pendidikan, dan merancang strategi pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai zakat dan wakaf kepada peserta didik.
Diikuti 50 peserta guru-guru PAI TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Nara Sumber Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar dan Ketua Baznas Kabupaten Takalar. Hadir Kepala Seksi PAIS Kemenag Takalar, Dra. Hj. Kartini. (sudirman)