Jakarta, Pedomanku.id:
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menyelenggarakan Diskusi Kontemporer bertajuk “GEMA APUPPT” (Gerakan Muda Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) di Laboratorium UNUSIA, Kamis (6/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan literasi mahasiswa terhadap isu pencucian uang dan pendanaan terorisme yang kian kompleks di era digital.
Mengusung tema “Sadar dan Tolak Kejahatan Pencucian Uang, Demi Indonesia Bersih”, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai narasumber dari PPATK, akademisi, dan praktisi keuangan. Hadir di antaranya dr. Syahrizal Syarif, MPH., Ph.D. selaku Plt. Rektor UNUSIA, Supriadi selaku Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan APUPPT PPATK, serta SH Bagus Arisetyadi, Direktur Pengawasan Kepatuhan Penyedia Barang dan Jasa PPATK.
Selain itu, turut hadir Muhammad Muslim (Junior Manager Departemen AML CFT PT Pegadaian), Dr. Ahsanul Minan, M.H (Dosen FH UNUSIA), dan Vilia (Senior Investment Specialist PT Mirae Asset Sekuritas). Para pembicara memaparkan berbagai strategi dan kebijakan pencegahan praktik pencucian uang serta pentingnya integritas generasi muda dalam menjaga transparansi keuangan nasional.
Ketua Panitia, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen UNUSIA dalam menanamkan kesadaran hukum dan etika keuangan bagi mahasiswa. “Mahasiswa harus paham bahwa pencucian uang bukan hanya kejahatan finansial, tetapi juga berdampak pada tatanan sosial dan moral bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Fatkhu Yasik, M.Pd, selaku Wakil Rektor II UNUSIA sekaligus penanggung jawab kegiatan, menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan lembaga negara seperti PPATK dalam membangun budaya antikorupsi dan anti pencucian uang sejak dini.
Acara yang diikuti ratusan mahasiswa ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, doorprize, dan pembagian e-sertifikat. Melalui GEMA APUPPT, UNUSIA berharap dapat mencetak generasi muda yang sadar hukum, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari kejahatan keuangan.(Aras Prabowo)