Maros, Pedomanku.id:
Program Kick-Off Zakat dan Wakaf 2025 adalah acara yang diadakan di berbagai daerah. Kehadiran Kick-off Zakat tentunya untuk meluncurkan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat dan wakaf yang bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan dana umat, terutama melalui inisiatif “Kampung Zakat” dan “Inkubasi Wakaf Produktif”.
Acara ini melibatkan Kementerian Agama (Kemenag), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga amil zakat (LAZ), dan pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi umat dan menurunkan angka kemiskinan. Di Maros misalnya.
Di tengah dinamika teknologi dan tuntutan pelayanan publik yang adaptif, Pemerintah Kabupaten Maros menunjukkan langkah proaktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Kamis, 4 September 2025, menjadi penanda awal dari sebuah perencanaan strategis yang ambisius, saat Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, S.T.,M.Si, memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Kick Off Program Zakat dan Wakaf Kabupaten Maros Tahun 2025.
Rapat Koordinasi ini penting diselenggarakan secara virtual via Zoom Meeting dari Ruang Teleconference Kantor Bupati Maros, menandai komitmen Maros dalam memanfaatkan teknologi untuk koordinasi yang efektif.
Kegiatan ini menjadi fondasi awal yang kokoh bagi implementasi program mulia ini. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen yang terlibat, Kabupaten Maros optimis dapat menjadikan tahun 2025 sebagai tahun kebangkitan zakat dan wakaf, membawa dampak positif yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Inisiatif ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah manifestasi komitmen nyata Pemkab Maros dalam mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf sebagai pilar-pilar strategis ekonomi syariah yang memiliki dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Zakat, sebagai kewajiban sosial yang membersihkan harta, dan wakaf, sebagai instrumen filantropi Islam yang berjangka panjang dan berkelanjutan, memiliki kekuatan luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan, mendukung pendidikan, kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
Partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi ini menunjukkan keseriusan dan pendekatan holistik yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Maros. Turut hadir Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Maros, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros berserta jajaran yang menjadi garda terdepan dalam pembinaan keagamaan, Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Maros, serta Ketua Badan Wakaf Kabupaten Maros dan jajarannya yang memegang peran krusial dalam pengelolaan wakaf.
Yang tak kalah penting adalah kehadiran pimpinan dari institusi perbankan syariah terkemuka seperti Bank BSI, Bank Muamalat, dan Bank BPD Syariah. Kehadiran mereka menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan sektor keuangan untuk menciptakan ekosistem pengelolaan zakat dan wakaf yang transparan, profesional, akuntabel, dan inovatif. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berzakat dan berwakaf, sekaligus memudahkan proses penyaluran dan pendayagunaan dana.
Penggunaan platform Zoom Meeting dalam rapat ini juga mencerminkan adaptasi Pemerintah Kabupaten Maros terhadap transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, memastikan efisiensi, efektivitas, dan jangkauan koordinasi yang lebih luas meskipun para peserta berada di lokasi yang berbeda.
Program Kick Off Zakat dan Wakaf 2025 ini diharapkan menjadi lokomotif penggerak untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan dana umat secara lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, diharapkan akan lahir berbagai program inovatif yang mampu menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta membangun fasilitas publik yang berkelanjutan berbasis wakaf produktif. Visi Maros yang berdaya, sejahtera, dan mandiri melalui kekuatan ekonomi syariah semakin dekat untuk diwujudkan. (din)