Makassar, Pedomanku, id:
Di tengah dinamika kota yang terus bergerak menuju kota dunia yang tangguh, tersimpan cerita-cerita tentang perjuangan hidup di kawasan padat penduduk. Di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar salah satunya.
Pemukiman di kelurahan dipimpin Alwan Januar Setiawan, S.STP yang berhimpitan dan padat ini, akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak kerap menjadi masalah. Meski begitu, warga di sini boleh bernapas lega, setelah mendapat angin segar dari BAZNAS Kota Makassar.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, Kamis, 8 Oktober 2026 meninjau lokasi pembuatan sumur bor air bersih, dan jambang sehat. Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan bentuk intervensi lembaga zakat yang menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat paling rentan.
“Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata kekuatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS Kota Makassar. Dana yang dihimpun dari muzaki—terutama dari ASN dan masyarakat Makassar—dikembalikan dalam bentuk program pemberdayaan dan kesejahteraan sosial yang langsung dirasakan oleh mustahik,” tutur Dr. Abdul Azis Ilyas didampingi Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (Asrijal), serta Syarifuddin Pattisahusiwa, dan mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Zulkarnain.
Mewakili warga Kaluku Bodoa, Lurah Alwan Januar Setiawan mengemukakan, adanya sumur bor, atau pompa air dan jambang sehat bantuan BAZNAS-RI, melalui BAZNAS Makassar, sangat membantu warga.
“Saya mewakili seluruh warga Kaluku Bodoa, utamanya yang berada di sekitaran pompa air bersih dan jamban sehat ini mengucapkan terima kasih. Kami tidak tahu harus berterima kasih kepada siapa lagi selain kepada Allah, BAZNAS, dan para muzakki. Ternyata harta orang-orang kaya di Makassar melalui BAZNAS itu benar-benar sampai kepada kami yang membutuhkan,” ujarnya didampingi Ketua RW 05 Rt 06, Agus Salim.
Terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA menambahkan, kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil memastikan bahwa, program-program pengentasan kemiskinan dan pemenuhan hak dasar tidak berhenti di atas meja kerja, tetapi benar-benar “membumi” hingga ke sudut-sudut pemukiman padat.
Menurutnya, keberkahan dari program BAZNAS tidak terlepas dari tangan-tangan tak dikenal, yaitu para muzakki yang menyisihkan sebagian rezekinya. Dan, yang penting, seluruh program yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar begitu MULIA. Apalagi, disesuaikan dengan Visi BAZNAS Kota Makassar 2026-2031 yaitu “Mewujudkan Tata Kelola Zakat Yang Amanah, Profesional, Inklusif dan Berdampak”. Visi BAZNAS Makassar ini relevan dengan visi Pemerintah Kota Makassar yakni “Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan”. (din pattisahusiwa)