Makassar, Pedomanku,id:
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, menyebut Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd., telah meninggalkan warisan pengabdian atau legacy selama menjabat sebagai Kepala Bidang Kearsipan DispusArsip Sulsel.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara pelepasan purnabakti Dr. Basri sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan perayaan hari ulang tahunnya ke-58 di Gedung Arsip Tamalanrea, Makassar, Kamis (8/10/2026).
Prof. Muhammad Jufri yang juga menjabat Kepala BPSDM Sulsel mengatakan, dirinya telah lama mengenal Dr. Basri. Keduanya bahkan telah berinteraksi sejak masih berstatus mahasiswa di IKIP Ujung Pandang, yang kini menjadi Universitas Negeri Makassar (UNM).
“Walaupun beda fakultas, kami dulu sering berinteraksi di kampus IKIP Ujung Pandang karena sama-sama mahasiswa penerima beasiswa Supersemar,” kata Jufri.
Menurut dia, purnabakti bukan berarti berakhirnya hubungan Dr. Basri dengan keluarga besar DispusArsip Sulsel. Ia menilai, Dr. Basri hanya berpindah tempat pengabdian.
“Pak Basri tidak pensiun. Beliau hanya berpindah tempat tugas. Tentunya, beliau akan selalu membersamai kita karena beliau adalah bagian dari keluarga besar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel,” ujarnya.
Jufri berharap Dr. Basri tetap menjaga silaturahmi dengan keluarga besar DispusArsip Sulsel, di mana pun menjalankan tugas dan pengabdiannya.
“Mohon maaf apabila selama bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel ada ucapan dan tindakan yang tidak berkenan di hati Pak Basri.
Semoga pada hari ulang tahunnya ini beliau diberi keberkahan usia dan cita-citanya dikabulkan,” katanya.
Dinilai Aktif Menguatkan Kearsipan
Hal senada disampaikan mantan Kepala DispusArsip Sulsel, Moh. Hasan Sijaya. Ia menilai, Dr. Basri telah memberikan kontribusi penting selama empat tahun mengabdi di lingkungan DispusArsip Sulsel.
“Beliau mengangkat nama kearsipan melalui AAI Sulsel dan sangat gencar melakukan sosialisasi ke daerah, bahkan menggunakan dana pribadi. Ini yang sangat sulit untuk dilupakan,” tutur Hasan, yang kini menjabat Pustakawan Ahli Utama.
Hasan mengatakan, Dr. Basri aktif menyosialisasikan pentingnya arsip kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai instansi.
“Pak Basri begitu gencar mengetuk pintu-pintu OPD untuk menyuarakan bahwa arsip itu penting. Arsip menjaga kita dari berbagai persoalan hukum,” ujarnya.
Menurut Hasan, perhatian Dr. Basri terhadap kearsipan tidak terbatas pada OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi juga mencakup lintas instansi dan kementerian.
“Beliau tidak pernah lelah melakukan gebrakan tentang pentingnya arsip, bukan hanya di OPD tingkat Provinsi Sulsel, tetapi juga lintas instansi dan departemen,” katanya.
Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus permohonan maaf kepada Dr. Basri atas kemungkinan adanya ucapan atau tindakan yang kurang berkenan selama mereka bekerja bersama.
Berperan dalam Digitalisasi Arsip
Selama menjabat Kepala Bidang Kearsipan, Dr. Basri juga terlibat dalam penguatan digitalisasi kearsipan di Sulawesi Selatan. Dalam Workshop Implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) pada 27 Agustus 2024, ia tercatat sebagai ketua panitia kegiatan yang diikuti perwakilan admin OPD lingkup Pemprov Sulsel dan 12 cabang dinas pendidikan.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja BKPSDM Kabupaten Bantaeng ke Depo Arsip DispusArsip Sulsel pada Februari 2024, Dr. Basri menjelaskan bahwa paradigma kearsipan telah berubah. Arsip tidak lagi hanya dipahami sebagai tumpukan dokumen fisik, tetapi juga mencakup pengelolaan arsip digital melalui SIKN, JIKN, dan SRIKANDI.
Ia juga mendorong pengelola arsip agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Basri menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia kearsipan, termasuk melalui penguatan organisasi profesi arsiparis di daerah.
Keterlibatan Dr. Basri dalam kegiatan kearsipan juga tercatat dalam sejumlah agenda pembinaan dan sosialisasi.
Situs resmi DispusArsip Sulsel mencatat dirinya sebagai Kepala Bidang Kearsipan dalam struktur organisasi perangkat daerah serta sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan implementasi SRIKANDI di Sulawesi Selatan.
Rekam Jejak Pengabdian
Dr. Basri mulai berkarier sebagai ASN dan guru pada 1995 di SMAN 2 Rantepao. Setelah itu, ia menjalani penugasan di Kabupaten Gowa, Kota Makassar, hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Selama 31 tahun berkarier sebagai ASN, sebagian besar pengabdiannya dijalani di bidang pendidikan. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan Sulsel, termasuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan selama delapan bulan.
Setelah itu, ia dimutasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel sebagai Kepala Bidang Kearsipan.
Di bidang organisasi, Dr. Basri tercatat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Sulsel, Wakil Ketua Ikatan Alumni Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (IKA BKPRMI) Sulsel, serta penasihat BKPRMI Pusat.
Ia juga menjabat Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel dan Wakil Ketua Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sulsel sekaligus Ketua Pordi Kabupaten Pinrang.
Sebelumnya, Dr. Basri pernah menjabat Ketua KNPI Kota Makassar serta menjadi penasihat dan pembina sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.
Dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan, pemerintahan, organisasi, dan kearsipan, pengabdian Dr. Basri di DispusArsip Sulsel dinilai telah memperkuat kesadaran berbagai instansi mengenai pentingnya arsip sebagai sumber informasi, bukti hukum, dan bagian dari memori kelembagaan.(rls).