160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


PKK Makassar Bahas Kanker Payudara dan Keluarga Berencana pada Pasangan Usia Subur

Makassar, Pedomanku.id:

“Pasangan usia subur” merujuk pada wanita usia subur yang menjadi target edukasi dan deteksi dini kanker payudara. Selain pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), usia saat melahirkan anak pertama menjadi faktor risiko. Riwayat keluarga, penggunaan kontrasepsi hormonal, gaya hidup, dan usia juga merupakan faktor risiko lain yang perlu diperhatikan

Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar talkshow bertajuk “Pasang Usia Subur”, di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu, 23 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gebrak PKK dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53.

Talkshow ini diinisiasi  Pokja IV TP PKK yang fokus pada bidang kesehatan, menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Dr. dr. Muh Irwan Gunawan, Sp.B(K)Onk, serta Dr. Eka Nurbani, Sp.OG(K), dan dimoderatori oleh Dr. Salwa Mochtar.

Menurut Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, talkshow ini bertujuan memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai kanker payudara dan program keluarga berencana (KB).

Pihaknya kepingin melihat, masyarakat lebih mudah mendapatkan edukasi tentang kesehatan. PKK hadir untuk mendukung keluarga yang sehat dan sejahtera. Termasuk isu kesehatan reproduksi masih sering dianggap tabu, sehingga forum diskusi terbuka seperti ini penting untuk memecah stigma tersebut.

Narasumber Dr. dr. Muh Irwan Gunawan mengemukakan, pentingnya deteksi dini dalam menangani kanker payudara. Ia menekankan bahwa SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Klinis) belum cukup.

Yang paling penting adalah skrining kanker melalui imaging, seperti USG mammae dan mamografi. Ini bisa mendeteksi kelainan sebelum gejala muncul. Dia kemudian merekomendasikan pemeriksaan rutin dimulai sejak usia 35 tahun, dilakukan setahun sekali antara usia 40–50 tahun, dan dua tahun sekali setelah usia 50 tahun.

Sementara itu, Dr. Eka Nurbani memaparkan manfaat program KB, tidak hanya untuk menunda kehamilan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga. Kontrasepsi membantu ibu terhindar dari kehamilan berisiko, anak tumbuh sehat, dan keluarga siap secara ekonomi.

Menurutnya, berbagai metode KB, mulai dari yang alami, non-hormonal, hingga hormonal dan jangka panjang seperti IUD, implan, serta sterilisasi. Metode jangka panjang lebih efektif dan praktis untuk merencanakan masa depan keluarga.

Acara ini disambut antusias oleh masyarakat. Banyak peserta aktif bertanya, mulai dari deteksi dini kanker hingga memilih metode KB yang sesuai kondisi kesehatan.

Untuk memilih metode KB yang sesuai dengan kondisi kesehatan, langkah utamanya adalah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi kesehatan Anda, seperti riwayat medis dan gaya hidup, untuk menentukan metode yang paling aman dan efektif. (adi)

Facebook Comments Box

Baca Juga