Riverside, California, Pedomanku,id;
Membangun wawasan keilmuan bertaraf dunia tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Para delegasi mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang sedang mengikuti program Short Course di University of California, Riverside (UCR) menunjukkan keaktifan mereka dalam menjalin jejaring global melalui forum “International Scholar Coffee Hours”. Kegiatan dialog terbuka ini rutin diikuti oleh mahasiswa PKUMI setiap hari Jumat mulai pukul 11.00 hingga siang hari, bertempat di area luar The Coffee Bean & Tea Leaf kampus UCR.
Forum internasional ini menjadi wadah yang sangat strategis bagi para kader ulama untuk berinteraksi, berkenalan, dan bertukar gagasan dengan akademisi serta peneliti dari berbagai belahan dunia, termasuk Italia, Cina, Jepang, Filipina, hingga India. Diskusi yang terjalin berlangsung sangat dinamis dan melampaui batas-batas disiplin ilmu.

Sebagai contoh yang mengesankan, salah satu mahasiswa program doktoral (S3) PKUMI yang memiliki latar belakang keilmuan biologi tampak antusias berdiskusi secara mendalam dengan cendekiawan asing yang sedang fokus meneliti di bidang entomologi. Interaksi ini membuktikan kesiapan para kader ulama dalam mengawinkan ilmu-ilmu agama dengan sains modern di kancah internasional.
Seluruh kelancaran program peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring global ini terwujud secara maksimal berkat dukungan tanpa henti dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. Sebagai mitra strategis yang utama, LPDP terus memastikan para mahasiswa mendapatkan eksposur akademik terbaik selama berada di Amerika Serikat.
Di tengah padatnya aktivitas pertukaran intelektual tersebut, para delegasi PKUMI tetap menjaga keseimbangan spiritual mereka dengan sangat disiplin. Tepat setelah kegiatan bincang santai akademik tersebut berakhir, rombongan mahasiswa pria langsung bergegas bergerak menuju Islamic Center Riverside (ICR) guna menunaikan kewajiban ibadah salat Jumat berjamaah yang dimulai pada pukul 13.05 waktu setempat. Harmoni antara kecemerlangan intelektual dan ketaatan ibadah ini terus dipertahankan untuk mencetak profil ulama global yang moderat dan berkarakter kuat. (Aras Prabowo)