160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Menjelang Pendaftaran Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031 (2). Tak Berpikir untuk Diri Sendiri

Makassar, Pedomanku,id:

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membutuhkan pemimpin yang tidak semata mengedepankan prinsip fundamental, serta pemimpin yang etis dan efektif, tetapi juga pemimpin yang tidak boleh berpikir untuk diri sendiri, tidak memanfaatkan posisi untuk kepentingan egois, melainkan berfokus pada melayani  mustahik secara tepat.

Ketika kata pemimpin terdengar, sering terbayang gambaran orang yang “berkuasa”, “memegang kendali”, bahkan “menentukan nasib”. Padahal, dalam Islam, kepemimpinan tidak diukur dari seberapa keras suara, melainkan dari seberapa dalam hati dapat menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri.

“Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanah (tanggung jawab). Karena itu, seorang pemimpin sejati, termasuk di BAZNAS, harus mengutamakan kepentingan mustahik sec ara tepat di atas kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompoknya,”ujar Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong di ruang kerjanya menjawab pertanyaan lima tahun kepemimpinan di lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5, Kecamatan Rappocini itu, Rabu, 1 April 2026.

Menurutnya, ke depan BAZNAS harus menghindari pemimpin  yang hanya memikirkan diri sendiri, yang cenderung bertindak otoriter, tidak mendengarkan ide tim, dan egois. Jika itu dibiarkan, tentunya dapat merusak budaya organisasi.

Penulis dua buku ‘Langit tak Pernah Offline dan Musyafir Kehidupan, Menjelajah Mengumpul Hikmah, Memberi Bakti itu melihat, menjadi pemimpin yang hanya memikirkan diri sendiri sangat berbahaya. Selain dapat menimbulkan penyesalan dan ketidakberhasilan dalam mencapai visi dan  misi organisasi, juga merusak tatanan.

Untuk itu, sebelum mencalonkan diri sebagai pemimpin di BAZNAS ke depan, seorang calon pemimpin setidaknya, dapat memimpin diri sendiri (self-leadership) terlebih dahulu—dalam hal kedisiplinan, integritas, dan manajemen diri.

“Singkatnya, pemimpin sejati adalah mereka yang telah “selesai dengan dirinya sendiri” sehingga mampu berfokus sepenuhnya di BAZNAS,” tuturnya.

ATM—sapaan akrab Direktur Utama PT Saudi Amanah Wisata ini mengaku, BAZNAS adalah cermin keadilan bagi mustahik.

“Jika cermin itu bersih, maka cahaya zakat yang mengalir akan menembus kegelapan, sekaligus memberi harapan baru, dan mengangkat ummat dari jeratan kemiskinan di masa datang,” tambah Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar (2019-2024) ini. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar-bersambung)

 

Facebook Comments Box

Baca Juga