Makassar, Pedomanku,id:
Organisasi Masyarakat Elang Timur Indonesia (Ormas-ELIT) meyakini, setiap butir nasi yang dimakan kaum dhuafa adalah doa. Doa yang begitu tinggi, bahkan melampaui cakrawala. Doa yang membawa keberkahan bagi seluruh jajaran organisasi yang bermarkas di Jalan Andi Djemma tersebut.
Keyakinan Ormas yang digagas akhir tahun 2025 lalu mengemuka di sela sela penyaluran menu bergizi di sejumlah titik di Kota Makassar, Jumat, 24 April hari ini. Hadir di antaranya Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ormas ELIT (Ahmad Rusli), Ketua OKK (Faisal Kahar), Wakil Bendahara (Edha), Ketua Bidang Sosial (Asrijal Syahruddin), Ketua Bidang Perlengkapan (Piping), dan pengurus Eguard (Herman Dg Naja).
Ahmad Rusli di antaranya mengakui, didalam kegiatan sedekah Jumat ada pesan cinta yang ingin disampaikan kepada kaum dhuafa, betapa kepedulian sesama di tengah tengah himpitan ekonomi adalah rahmat. Makanya, kegiatan sosial ini tidak boleh mati.
Pria kelahiran Kecamatan Kepulauan Sangkarang ini malah melihat, dalam diri setiap jajaran Ormas yang memegang teguh pada tiga prinsip ‘Solid’ Tajam, dan Tangguh” ini menganggap, Jumat merupakan momentum emas untuk “menjemput berkah” melalui aksi nyata di lapangan.
“Di hari yang berkah ini, kami dari jajaran Ormas Elang Timur Indonesia turun ke perkampungan perkampungan kumuh, dan sejumlah titik yang relepan untuk menyapa kaum dhuafa, atau mereka yang membutuhkan bantuan. Kami membagi menu bergizi untuk sesama,” tutur Ahmad Rusli.
Menurutnya, lebih 100 dua menu bergizi yang mereka salurkan kepada kaum dhuafa di ibukota Sulawesi Selatan ini tidak semata untuk kenyang, melainkan sarat protein, dan ber-vitamin.
Sebelum menutup pernyataannya, Ahmad Rusli juga mengangkat satu filosofi luhur yang telah mendarah daging dalam setiap sendi kehidupan di tanah Bugis-Makassar. Yakni, “Sipakatau”. Filosofi ini memberi makna, memanusiakan manusia.
Dimana, kehormatan seseorang tidak diukur dari seberapa banyak harta yang ditumpuk di lumbung, melainkan dari seberapa besar manfaat kehadirannya bagi kaum dhuafa. “Di sinilah kemudian membumi dalam aksi nyata Ormas Elang Timur Indonesia. Di sini pula, Elang Timur Indonesia sedang mempraktikkan ajaran leluhur tentang “Ma’baji” –berbuat baik dan “Sipamase-mase”– saling mengasihi.
Pernyataan senada dikemukakan Faisal Kahar. Ical—sapaan akrabnya menambahkan, semangat kepedulian dan kebersamaan yang ditunjukkan Ormas Elang Timur Indonesia melalui kegiatan sosial bertajuk “Elang Timur Berbagi” ini menjadi bentuk nyata komitmen organisasi dalam membantu masyarakat, serta mempererat tali silaturahmi dengan warga sekitar.
Dalam aksi tersebut, para kader dan pengurus, turun langsung ke lapangan membagikan bantuan berupa paket makanan dan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya kaum dhuafa, pengendara, dan pekerja harian. Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya perhatian dan kepedulian dari Elang Timur.
“Program berbagi di hari Jum’at ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai-nilai sosial dan solidaritas di dalam tubuh organisasi. Kami ingin kehadiran Elang Timur benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Berbagi di hari Jum’at adalah momentum yang tepat untuk menebar kebaikan,” ujarnya.
Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kekompakan antar kader serta meningkatkan citra positif organisasi di tengah masyarakat. Ke depan, Elang Timur Indonesia berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Dengan semangat berbagi dan kepedulian, Elang Timur Indonesia berharap dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk bersama-sama membangun rasa solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar,” tutup Ical. (din pattisahusiwa/tim dpp elang timur)