Makassar, Pedomanku,id:
Musibah kebakaran yang melanda pemukiman warga di Jalan Sultan Alauddin 3, tepatnya di RT 001,RW005, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate mengisahkan duka. Pasalnya, 5 rumah hangus dilalap si jago merah. Lima rumah di antaranya juga terdampak.
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, dan instansi lainnya, Kamis, 18 Juni menyerahkan bantuan kepada korban.
Di sela sela penyerahan bantuan berupa bahan untuk mendirikan rumah sementara, serta alat masak, dan kebutuhan pokok lainnya, Walikota Munafri Arifuddin meminta korban kebakaran tetap bersabar menghadapi musibah apapun, termasuk kebakaran yang diduga berasal dari arus pendek yang terjadi tepat pukul 16.00 Wita, Rabu, 17 Juni 2026.
Di tengah kepulan asap yang menyisakan arang, kehadiran Walikota Makassar bersama BAZNAS Kota Makassar membawa pesan yang melampaui bantuan fisik. Bantuan ini sebagai penanda, di Ibukota Sulawesi Selatan ini, solidaritas kemanusiaan sangat mengental.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Daeng di tengah tengah masyarakatnya yang tertimpa musibah kebakaran, sebagai representasi negara.
“Sangat luar biasa, saat mendengar warga terkena musibah kebakaran, bapak Walikota Makassar langsung memastikan hadir di tengah tengah mereka. Artinya, beliau memastikan bahwa tidak ada warga yang ditinggalkan,” tutur sejumlah warga di lokasi kebakaran.

Sementara itu, BAZNAS Makassar yang diwakili BAZNAS Tanggap Bencana (BTP) Makassar pun memberikan bantuan beruipa beras dan super mie. Bantuan yang diserahkan langsung Komandan BTB Asrijal Syahruddin didampingi staf pelaksana Syarifuddin Pattisahusiwa, serta sejumah relawan BTB itu membuktikan bahwa, zakat, sebagai instrumen ekonomi umat Islam, memiliki daya jangkau yang inklusif.
“Bantuan yang disalurkan kepada para korban—tanpa memandang latar belakang—adalah bukti bahwa zakat adalah rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin). Jadi, kami harap warga atau para korban kebakartan di sini untuk tidak melihat dari apa yang disumbangkan, dan berapa jumlahnya, melainkan dilihat dari bagaimana BAZNAS Makassar pun dapat meringankan sedikit derita,” tutur Asrijal.
Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Makassar, Dwiana PA dimintai komentaranya di lokasi kebakaran mengaku bangga dengan Walikota Makassar, maupun BAZNAS Makassar yang peduli dengan korban kebakaran.
Dwiana PA yang juga warga Nahdliyin—NU Kota Makassar itu menambahkan, memberikan bantuan berupa sembako, dan perbaikan rumah, atau bantuan lainnya pasca-kebakaran adalah cara agama mengajarkan manusia untuk “menghidupkan kembali kehidupan”.
‘Ada satu analog yakni, menyelamatkan satu kehidupan di tengah musibah adalah menyelamatkan kemanusiaan itu sendiri,” tutup Dwiana. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).