Makassar, Pedomanku,id:
Kepemimpinan umat khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mencatatkan babak baru. Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Makassar, Prof. Dr.H. Andi Marjuni, M.PD.I diberi amanah memegang jabatan strategis, sebagai Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sementara Ketua MUI tetap dipercayakan kepada AG. Prof.Dr..KH.Najamuddin Abduh Shafa, Lc, MA masa bakti 2026-2031 melalui Musda IX MUL Sulsel.
Kepercayaan dan amanah yang diberikan pada Musyawarah Daerah (Musda) bertemakan “Meneguhkan Peran Ulama dalam Merekatkan Ukhuwah dan Mengawal Transformasi Umat Menuju Sulawesi Selatan yang Berkeadaban” kepada Ketua ISNU Kota Makassar mengemban amanah berat sekaligus MULIA itu, tidak semata pergantian administratif di tubuh organisasi ulama itu semata. Melainkan simbol dari sebuah sinergi ideal antara ketajaman intelektual kaum sarjana, dan kedalaman kearifan para ulama yang hadir pada Musda yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, 22-23 Agustus 2026 itu.
Jika di ISNU Kota Makassar, Prof. Dr.H. Andi Marjuni, M.PD.I dikenal sebagai sedikit dari sedikit figur yang mampu menjembatani dunia birokrasi, dunia akademik, dan dinamika keumatan, sekaligus bukan lagi sekadar organisasi tempat berkumpulnya para pemilik ijazah strata tinggi, melainkan menjadi think-tank yang aktif memikirkan solusi atas persoalan-persoalan sosial-keagamaan di Sulawesi Selatan.
Dengan posisinya sebagai Sekum MUI Sulsel, ruang pengabdian tersebut membentang jauh lebih luas. MUI Sulawesi Selatan, sebagai rumah besar umat Islam di provinsi yang kini dipimpin Andi Sudirman Sulaeman sebagai Gubernur dan Fatmawati Rusdi sebagai Wakil Gubernur. Karena itulah, tentunya membutuhkan energi segar, manajemen modern, dan komunikasi yang adaptif terhadap zaman.
Karakter Prof. Dr. H. Andi Marjuni yang tenang, visioner, dan komunikatif dinilai sangat cocok untuk mendampingi jajaran pimpinan harian MUI Sulsel dalam mengemudikan “bahtera” umat di tengah gelombang modernitas.
Sekretaris ISNU Sulawesi Selatan, Dr. Mulyadi, M.Pd dikonfirmasi terpisah mengaku, masuknya darah segar dari kalangan sarjana NU seperti Prof. Dr. Marjuni ke jantung kepengurusan MUI Sulsel memberikan optimisme tersendiri. Tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat (wasathiyah), dipadukan dengan pendekatan ilmiah dan manajerial yang matang, diyakini akan membuat MUI Sulsel semakin responsif, inklusif, dan dekat dengan berbagai kalangan.
Mulyadi yang juga akademisi Universitas Islam Makassar (UIM) itu mengaku, tentunya sebagai Sekretaris Umum bukanlah tugas kecil, melainkan pekerjaan rumah yang menuntut ketekunan, kesabaran, dan keikhlasan.
“Kita ketahui bersama bahwa, sekretaris adalah “dapur” sekaligus motor penggerak organisasi. Di sanalah kepiawaian berorganisasi Prof. Dr. Marjuni diuji dalam merajut komunikasi yang harmonis antarormas Islam, memperkuat koordinasi dengan pemerintah, serta memastikan bahwa setiap keputusan strategis MUI benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” tutur Mul sapaan akrabnya.
Seperti diketahui, terpilihnya kembali AG. Prof.Dr..KH.Najamuddin Abduh Shafa, Lc, MA masa bakti 2026-2031 merupakan hasil proses musyawarah dalam forum Musda IX yang melibatkan unsur MUI kabupaten/kota, organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, serta unsur terkait lainnya.
Amanah untuk periode kedua ini sekaligus menjadi kepercayaan bagi Prof. Najamuddin melanjutkan program-program MUI Sulsel dan semakin memperkuat peran ulama dalam memberikan pembinaan serta pelayanan kepada umat.
Dengan kepemimpinan Prof. Najamuddin bersama Prof. Marjuni sebagai Sekretaris Umum, MUI Sulsel diharapkan semakin solid dalam membangun sinergi antara ulama, umara, organisasi Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan seluruh elemen masyarakat. (din pattisahusiwa/pengurus ISNU kota Makassar)